Sebaliknya, sekolah kedinasan non-ikatan dinas tidak memberikan jaminan pengangkatan sebagai ASN. Mahasiswa tetap memperoleh ijazah, tetapi jika ingin menjadi ASN harus mengikuti seleksi CPNS atau jalur rekrutmen lainnya.

Perbedaan juga terlihat dari pembiayaan pendidikan.

Pada sekolah kedinasan ikatan dinas, biaya kuliah umumnya ditanggung sebagian atau seluruhnya oleh instansi, bahkan ada yang memberikan uang saku.

Sementara itu, sekolah kedinasan non-ikatan dinas mengharuskan mahasiswa membayar biaya sendiri. Lulusannya tidak otomatis bekerja di instansi pemerintah, sehingga memiliki pilihan karier lebih fleksibel.

Contoh Sekolah Kedinasan

Beberapa sekolah kedinasan yang dikenal memiliki status ikatan dinas antara lain IPDN, STIS, Politeknik Siber dan Sandi Negara, serta Poltekip dan Poltekim di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM.

Sementara itu, contoh sekolah kedinasan non-ikatan dinas antara lain Poltekkes, STPN, dan sejumlah Politeknik Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata.

>>> Remaja Guinea Tewas Usai Dipenjara karena Mencontek Saat Ujian

Itulah perbedaan sekolah kedinasan dan ikatan dinas yang perlu dipahami calon mahasiswa. Kebijakan setiap sekolah dapat berubah, pastikan membaca informasi resmi sebelum mendaftar.