Fasilitas itu juga menciptakan ruang belajar yang lebih manusiawi. Dengan begitu, anak-anak bisa tumbuh, belajar, dan bermimpi dengan lebih percaya diri.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menjelaskan peran PNM tidak berhenti pada pemberdayaan ibu-ibu nasabah Mekaar. Menurutnya, dampak pemberdayaan itu harus dirasakan pula oleh anak-anak mereka.

"Pemberdayaan bukan sekedar memberikan permodalan, tapi yang tak kalah penting pendampingan usaha sehingga manfaatnya dirasakan oleh keluarga terutama anaknya," ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7).

Ia pun berharap dukungan yang diberikan saat ini dapat menjadi bagian dari perjalanan anak-anak dalam meraih cita-cita di masa depan.

Ia menilai kepercayaan terhadap mimpi mereka merupakan bagian dari proses pemberdayaan yang berkelanjutan.

"Saya berharap 15 tahun lagi, saat mereka sudah bisa mulai menggapai cita-citanya, mereka akan ingat bahwa hari ini PNM percaya pada mimpi-mimpi mereka," pungkas Kindaris.

Bagi PNM, pemberdayaan ekonomi seorang ibu semestinya mengalir menjadi manfaat bagi masa depan anaknya.

Di SD Inpres Wae Moto, dari total 64 siswa, 14 di antaranya merupakan anak nasabah PNM Mekaar.

Melalui PNM Peduli, PNM menghadirkan ruang belajar, fasilitas sanitasi, serta sarana sekolah yang lebih layak.

>>> Pesawat Kenmore Air Angkut 11 Penumpang Jatuh di Washington, AS

Harapannya, anak-anak Wae Moto dapat belajar dengan aman, sehat, dan terus menyalakan mimpi mereka.