Beban pokok pendapatan juga turun menjadi Rp5,19 triliun dari Rp5,78 triliun.

Meski demikian, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp193,46 miliar, dibandingkan Rp65,24 miliar pada semester I-2025.

Namun, peningkatan laba induk tersebut tidak tercermin pada laba bersih konsolidasi.

Hal itu dipengaruhi lonjakan rugi yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali menjadi Rp176,09 miliar, meningkat lebih dari 11 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kerugian tersebut berasal dari sejumlah entitas anak dan perusahaan investasi, antara lain PT Centurion Perkasa Iman, PT PP Properti Tbk, PT PP Semarang Demak, dan PT PP Presisi Tbk.

>>> 7 Pengisi Daya GaN Terbaik di India (Juli 2026)

Akibatnya, laba bersih konsolidasi PTPP hingga akhir Juni 2026 turun menjadi Rp17,36 miliar, dari Rp51,26 miliar pada semester I-2025.