"Kami akan membangun sistem untuk memastikan bahwa setelah uang keluar dari kas negara melalui virtual account yang sekarang ini belum dipertanggungjawabkan dengan baik, nantinya kami akan bikin sistemnya," terang Agustina.

Melalui sistem baru ini, alokasi anggaran belanja bahan baku hingga operasional akan dipantau secara otomatis berbasis sistem (by system).

Langkah ini untuk memangkas keterlibatan manusia dalam validasi yang rentan memicu korupsi.

Agustina juga membocorkan temuan satu sekolah yang mendapat pasokan makanan dari lebih dari satu SPPG.

Hal ini terjadi karena pendataan sasaran penerima manfaat belum terintegrasi by name dan by address.

BGN menargetkan tidak ada lagi duplikasi peran SPPG maupun sekolah yang menerima pasokan ganda.

"Jadi dari mulai perencanaan sasaran, penetapan target, distribusi secara berjenjang dari pusat hingga fasilitas pelayanan pencatatan penerima manfaat, nah ini yang penting, by name, by address.

>>> Toluca Jamu Pumas di Apertura 2026, Catat Rekor Tak Terkalahkan

Itu yang sedang kami bangun," pungkasnya.