Kata polisinya, 'boleh'. Nelpon pukul 21.48 WIB, datang pas pukul 22.34 WIB," ungkapnya.

Kapolsek Andir AKP Triyono Raharja membenarkan adanya permohonan pengawalan tersebut. Pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dari layanan 110 pada Senin malam.

"Ya mungkin karena merasa takut jadi menghubungi layanan 110.

>>> Sudaryono Tiba di Istana Jelang Dilantik Jadi Kepala BGN

Nah, dari 110 itu kami diinformasikan akhirnya petugas piket Polsek Andir meluncur ke lokasi dipimpin Pawas Polsek Andir sama anggota ke lokasi yang kebetulan berada di wilayah hukum Polsek Andir dekat Rumah Sakit Rajawali," kata Triyono.

Triyono mengimbau warga Kota Bandung untuk tidak ragu menghubungi layanan 110 jika ada keluhan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Polrestabes Bandung Bantah Peta Kerawanan Begal

Beredar di kalangan warga Bandung peta kerawanan begal dengan indikator warna. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi menegaskan bahwa peta tersebut adalah hoaks dan bukan rilisan resmi kepolisian.

"Kemudian terkait dengan berita-berita di media sosial bahwasanya ada daerah rawan, daerah merah, daerah hijau, dan daerah kuning, itu tidak benar.

Untuk peta yang tersebar yang membagi habis wilayah Kota Bandung ini menjadi kategorinya merah kemudian kuning ataupun hijau, saya katakan itu bukan dari institusi kepolisian," kata Dedi, Selasa (21/7), dikutip dari detikJabar.

Dedi mengimbau warga tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu kejahatan jalanan yang viral di media sosial.

Ia memastikan pihak kepolisian telah mengantisipasi dengan patroli rutin di jam-jam rawan.

"Setiap malam kita sudah menggelar patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan dengan melibatkan polsek jajaran, kurang lebih 2/3 kekuatan kita turunkan dari sejumlah 2.600 personel secara bergantian," sambung Dedi.