Gaji masuk ke Doug. Produksi berjalan.

Saya satu-satunya anak di ruangan itu. Saya merasa sangat sendirian," ungkap Stodden.

Ia membantah argumen bahwa kehadirannya di lokasi syuting merupakan pilihan pribadi, dan menekankan kewajiban hukum orang dewasa untuk melindungi anak di bawah umur.

"Melihat ke belakang, saya tidak melihat komedi. Saya melihat seorang gadis 17 tahun yang tubuhnya menjadi bagian dari lelucon orang dewasa.

Orang masih berkata, 'Kamu memilih untuk berada di sana.' Secara hukum, saya tidak bisa membuat keputusan itu sendiri.

Itulah intinya," tegas Stodden.

Stodden menekankan bahwa motivasinya berbicara adalah untuk menyoroti masalah sistemik seputar perlindungan hukum anak di bawah umur di industri hiburan.

"Saya tidak bisa mengubah apa yang terjadi pada saya, tapi saya bisa bertanya: Bagaimana bisa begitu banyak orang dewasa melihat seorang anak di bawah umur dan memutuskan ini bisa diterima?

Itulah mengapa saya berbicara hari ini," ujar Stodden.

Ia menyerukan perlindungan hukum yang lebih kuat untuk anak-anak agar terhindar dari situasi serupa.

"Anak-anak berhak mendapatkan hukum yang melindungi mereka.

Mereka seharusnya tidak perlu menjadi dewasa dulu untuk menyadari bahwa hukum seharusnya melindungi mereka sejak awal," pungkas Stodden.

Reaksi Warganet

Warganet pun ramai mengomentari unggahan Stodden, mengkritik produksi sketsa tersebut dan memberikan dukungan.

>>> IHSG Meradang ke Level 6.315 Siang Ini usai Kabar Mundurnya Bos BGN

"Sangat mengganggu bahwa mereka tidak hanya menulis sketsa ini, tapi juga menayangkannya," tulis seorang warganet anonim.

Warganet lain mengingat persepsi publik tentang usia Stodden saat ia mulai terkenal.

"Saya ingat percaya usia Anda, tapi media bertingkah seolah Anda menurunkan usia sebagai publisitas. Sangat aneh," komentar warganet lain.