"Model operasional mereka mirip dengan waralaba perusahaan: bayangkan departemen-departemen khusus untuk pencucian uang, perdagangan manusia, penyelundupan migran, dan pengumpulan data, yang semuanya terhubung ke dalam jaringan yang saling terhubung dan berbasis layanan yang sama," lanjut Schantz.

Asia Tenggara, khususnya Kamboja dan Myanmar, menjadi pusat regional (scam hub) bagi sindikat kejahatan siber.

Pelaku bekerja dari kompleks bangunan yang dijaga ketat, sebagian atas kemauan sendiri, sebagian lainnya merupakan korban perdagangan manusia yang dipaksa bekerja.

Pergeseran pola kejahatan ini dianggap PBB menjadi tantangan berat bagi penegakan hukum konvensional, serta mengancam tata kelola regional dan stabilitas ekonomi dan sosial.

Di bawah tekanan dari Amerika Serikat, Inggris, dan China, otoritas di kawasan Asia mulai mengintensifkan penindakan.

>>> 5 Pelembap Terbaik untuk Kulit Berjerawat dan Berminyak, Lengkap Ulasan Pengguna

Sepanjang tahun lalu, beberapa bos jaringan penipuan telah ditangkap dan diekstradisi dari Kamboja ke China.