Hasbro, perusahaan induk Dungeons & Dragons dan Wizards of the Coast, mencatat kerugian USD 56 juta (sekitar Rp 900 miliar) akibat pembatalan sejumlah game digital.

Kerugian itu diumumkan dalam laporan keuangan terbaru, terkait dengan strategi refokus portofolio game digital untuk 2028 dan seterusnya.

>>> Sutradara Ungkap Alasan Rahasia Karakter Sadie Sink di Spider-Man: Brand New Day

Pada 2022, Hasbro gencar berinvestasi di game dengan mendanai studio dan menyebarkan lisensi populer seperti GI Joe dan Forgotten Realms.

Beberapa proyek yang sempat diumumkan antara lain game aksi-petualangan Warlock dari Invoke Studios, game horor dari Skeleton Key, dan RPG fiksi ilmiah Exodus dari Archetype Entertainment.

Namun, Hasbro kini mengonfirmasi bahwa "beberapa" game dalam jadwal rilis hingga 2028 telah dibatalkan.

>>> Jason Bateman Ceritakan Pengalaman Ditangkap di Monaco Saat Mabuk

CEO Hasbro Chris Cocks mengatakan perusahaan memfokuskan investasi digital pada waralaba, platform, dan mitra yang dianggap memiliki potensi terbesar.

Sebelumnya, proyek D&D dari Giant Skull sudah dihentikan setelah kontrak diputus, dan game Snake Eyes dari GI Joe kemungkinan batal setelah pengembang Atomic Arcade mengalami PHK massal.

>>> Grand Slam Cal Raleigh Bawa Mariners Hajar Reds 8-0

Keputusan ini menimbulkan kekecewaan karena para pengembang di lapangan yang paling terdampak ketika manajemen perusahaan mengubah arah secara tiba-tiba.