Samsung Electronics diperkirakan mencatatkan laba rekor pada kuartal kedua tahun ini. Namun, divisi ponselnya, Samsung MX, justru berpotensi mengalami kerugian.

Potensi kerugian tersebut didorong oleh kenaikan harga chip memori yang signifikan.

>>> Messi Kirim Pesan Menohok untuk Haters Usai Bawa Argentina ke Final Piala Dunia

Analis memperkirakan Samsung MX bisa mencatat laba hingga KRW 1,9 triliun atau rugi hingga KRW 1,5 triliun.

Sebagian besar estimasi berkisar antara laba KRW 500 miliar hingga rugi KRW 1 triliun. Jika benar rugi, ini akan menjadi pertama kalinya divisi ponsel Samsung mencatat kerugian kuartalan.

Padahal, penjualan Galaxy S26 disebut kuat. Pada kuartal pertama 2026, Samsung MX membukukan laba operasi KRW 2,8 triliun.

Bahkan saat krisis baterai Galaxy Note 7, divisi ini masih mencatat laba KRW 100 miliar.

>>> Menhan AS Wajibkan Cek Testosteron untuk Prajurit Usia 30 Tahun ke Atas

Penyebab Kerugian

Kerugian potensial ini terutama disebabkan oleh meroketnya harga chip memori. Biaya chip RAM pada ponsel seharga $800 naik dari 14% menjadi 23% dari total biaya komponen.

Sementara itu, chip penyimpanan NAND flash kini mencapai 15% dari biaya material. Kenaikan ini memberi tekanan besar pada semua merek ponsel, bukan hanya Samsung.

Untuk mengatasi kenaikan harga, Samsung mulai mendiversifikasi rantai pasokannya.

Untuk Galaxy Z Flip 8, Samsung akan menggunakan chip Snapdragon Qualcomm di China dan AS, serta Exynos 2600 di pasar lain.

>>> Google Vids Hadirkan Fitur AI Baru: Pembuatan Video, Editing, dan Avatar Pribadi dengan Gemini Omni

Samsung juga berencana meluncurkan tiga model ponsel lipat, bukan dua, untuk memperluas portofolio produknya.