Menurutnya, berapa pun jumlah rumah yang memenuhi syarat di suatu desa tetap bisa direalisasikan tanpa harus menunggu jumlah tertentu.

>>> Survei Ungkap Negara Asia Paling Percaya Akhirat, RI Peringkat 7

Usulan ini penting mengingat karakteristik penjaringan siswa Sekolah Rakyat yang berbeda dari sekolah pada umumnya.

"Karena di Sekolah Rakyat itu kan penjangkauan, tidak ada tes akademik, adanya penjangkauan.

Nah yang terjangkau itulah yang memang memenuhi syarat untuk bisa sekolah, dan mereka adalah desil paling bawah," kata Gus Ipul.

Ia menegaskan bahwa siswa Sekolah Rakyat berasal dari kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rentan.

Oleh karena itu, orang tua mereka dinilai layak menjadi prioritas dalam program perbaikan rumah pemerintah.

Maruarar Sirait menyambut baik usulan yang disampaikan Gus Ipul. Ia menyatakan dukungannya lantaran Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang menjadi arahan langsung Presiden Prabowo.

"Karena arahan Presiden itu Sekolah Rakyat adalah program unggulan, dan strategis dari Bapak Presiden Prabowo, dan saya pasti mendukung," ucapnya.

Dia mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi untuk menindaklanjuti usulan-usulan yang disampaikan Kemensos. Ia berharap proses tersebut dapat mempercepat realisasi program renovasi rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat.

Kedua kementerian sepakat untuk terus memperkuat komunikasi lintas lembaga demi memastikan program ini berjalan sesuai target.

Sinergi ini juga diharapkan dapat mengatasi kendala teknis yang selama ini menghambat proses verifikasi di lapangan.

>>> Dell Luncurkan Alienware 16X Aurora dan Area-51 16/18 di India

Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dari kedua kementerian, antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel, Inspektur Jenderal Kementerian PKP Heri Jerman, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati, dan Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP Roberia.