Kafein juga dapat meningkatkan pelepasan adrenalin, sehingga tubuh lebih siap beraktivitas fisik. Atlet dan orang yang rutin olahraga sering mengonsumsi kopi 30–60 menit sebelum latihan.

>>> Analisis Politik di Balik Kasus Ijazah Jokowi: Prabowo Diuntungkan

Penelitian observasional menunjukkan konsumsi kopi sedang berkaitan dengan risiko lebih rendah terhadap diabetes tipe 2, penyakit Parkinson, Alzheimer, dan penyakit hati kronis.

Namun, kopi tidak dapat mencegah atau mengobati penyakit; pola makan bergizi dan gaya hidup sehat tetap utama.

Mengapa Efek Kopi Berbeda pada Setiap Orang?

Kemampuan memetabolisme kafein dipengaruhi faktor genetik. Ada yang memprosesnya cepat sehingga efek cepat hilang, ada yang lambat sehingga efek bertahan lama.

Kebiasaan minum kopi juga berperan. Orang yang terbiasa minum kopi setiap hari memiliki toleransi lebih tinggi.

Kondisi kesehatan seperti kehamilan, gangguan hati, atau penggunaan obat tertentu dapat memperlambat pembuangan kafein.

Kesalahan yang Membuat Kopi Tidak Sehat

Masalah sering berasal dari kebiasaan saat mengonsumsi kopi, bukan kopinya sendiri. Menambahkan terlalu banyak gula meningkatkan asupan kalori dan risiko berat badan.

Sirup, krimer, dan whipped cream pada minuman kopi modern mengandung gula tinggi. Kalori dari bahan tambahan sering lebih besar daripada kopi itu sendiri.

Minum kopi saat perut kosong dapat memicu rasa tidak nyaman pada lambung sensitif atau memperburuk maag dan GERD.

Konsumsi kopi terlalu dekat dengan waktu tidur juga berisiko mengganggu kualitas tidur.

>>> DPR Sahkan RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia Jadi Undang-Undang

Bagi sebagian orang, membatasi konsumsi kopi diperlukan. Ibu hamil, penderita gangguan kecemasan, atau mereka yang memiliki masalah lambung sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.