Mehl juga mengingatkan temuan tersebut tidak dapat langsung digeneralisasi secara global. Pasalnya, data penelitian berasal dari masyarakat Barat yang cenderung individualistis, terutama Amerika Serikat serta beberapa negara Eropa.

Selain itu, data yang dianalisis hanya mencakup periode hingga 2019 sehingga belum menggambarkan perubahan kebiasaan komunikasi setelah pandemi Covid-19.

Menurut Mehl, berkurangnya ratusan kata bukan berarti seseorang kehilangan satu percakapan panjang setiap hari. Penurunan tersebut kemungkinan tersebar dalam berbagai interaksi singkat yang semakin jarang terjadi.

Percakapan dengan kasir, berbincang dengan tetangga, hingga bertanya arah kepada orang asing mungkin terlihat sebagai interaksi kecil.

>>> Manfaat Meregangkan Badan setelah Bangun Tidur dan Cara Melakukannya

Namun, ia menyebut hilangnya berbagai interaksi tersebut dapat terakumulasi dan memengaruhi hubungan sosial manusia.