Selain kompor listrik, Kementerian ESDM juga mengusulkan anggaran motor listrik sebesar Rp635,24 miliar. Kedua program masuk dalam pagu indikatif Ditjen EBTKE sebesar Rp1.509 miliar.

Bahlil meminta anggota DPR membantu memetakan daerah potensial untuk program kompor listrik.

"Ini saya pikir kita juga minta bantuan dari Bapak Ibu Anggota DPR untuk bisa tahu kompor listrik ini yang membutuhkan di daerah-daerah mana saja," ungkapnya.

Secara keseluruhan, Bahlil mengajukan anggaran Kementerian ESDM sebesar Rp27,33 triliun pada 2027. Angka itu naik 26,11 persen dibanding pagu 2026 sebesar Rp21,67 triliun.

>>> BI Jatim Sukses Gelar JCFF 2026, Transaksi Capai Lebih dari Rp92 Miliar

Pagu indikatif tersebut terdiri dari program strategis infrastruktur 82 persen (Rp22,48 triliun), belanja operasional 13 persen (Rp3,56 triliun), dan publik non fisik 5 persen (Rp1,3 triliun).