Legenda Timnas Inggris Alan Shearer dan Wayne Rooney meminta FIFA meninjau kembali aturan penentuan peraih Sepatu Emas Piala Dunia.

Mereka menilai aturan saat ini kurang adil setelah Kylian Mbappe mengungguli Lionel Messi dalam perebutan gelar top skor Piala Dunia 2026.

>>> Pemerintah Ubah Total Jalur Penyaluran Gas LPG dan Bantuan Pangan

Mbappe memastikan diri sebagai peraih Sepatu Emas setelah mencetak dua gol saat Prancis mengalahkan Inggris 6-4 dalam laga perebutan tempat ketiga.

Tambahan dua gol tersebut membuat penyerang Prancis itu menutup turnamen dengan koleksi 10 gol.

Di sisi lain, Messi gagal menambah pundi-pundi gol pada partai final setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol.

Dalam laga yang diyakini menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia, kapten Argentina itu tidak mampu membobol pertahanan Spanyol yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.

Messi mengakhiri turnamen dengan delapan gol, terpaut dua gol dari Mbappe.

Kritik terhadap Aturan Sepatu Emas

Menurut Shearer, gol yang dicetak dalam pertandingan perebutan tempat ketiga seharusnya tidak dihitung dalam persaingan Sepatu Emas. Ia menilai laga tersebut memiliki tingkat kepentingan yang berbeda dibanding final.

>>> Penambang Bauksit Rugi US$10 per Ton Akibat Harga Jual di Bawah HPM

Ia menilai Prancis sudah tersingkir dari perebutan gelar juara ketika menghadapi Inggris.

Sementara Messi harus tampil menghadapi Spanyol di partai final, lawan yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.

Rooney juga menyampaikan pandangan senada.

Menurut mantan kapten Timnas Inggris itu, perhitungan gol dari laga perebutan tempat ketiga membuat persaingan Sepatu Emas menjadi kurang adil bagi pemain yang tampil di final.

Ia menilai pertandingan perebutan tempat ketiga tidak semestinya menjadi penentu dalam perebutan gelar pencetak gol terbanyak Piala Dunia.

>>> Adidas Siapkan Ratusan Jersey Messi Tiap Laga Timnas Argentina

Andai Messi mampu menyamai jumlah gol Mbappe, kapten Argentina itu berpeluang merebut Sepatu Emas karena unggul dalam jumlah assist, yang menjadi salah satu kriteria penentu jika terjadi kesamaan jumlah gol.