Begitu rambut lepas dari kulit, ia berubah menjadi 'tali biologis' dengan sel-sel yang tak lagi membelah.

Yang tersisa hanyalah serat keratin mati, namun bentuknya telah ditentukan sejak di dalam folikel.

Meskipun jenis rambut sering dikategorikan berdasarkan ras, tinjauan pada 2019 menyatakan klasifikasi tersebut tidak didukung sains. Setiap populasi menunjukkan spektrum bentuk rambut yang beragam.

Lantas, mengapa manusia berevolusi memiliki jenis folikel rambut yang berbeda?

Para ilmuwan belum sepenuhnya memahami, namun bukti baru mendukung teori bahwa rambut di kulit kepala berevolusi untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap sejuk.

Dalam eksperimen tahun 2023 berjudul 'Human scalp hair as a thermoregulatory adaptation', manekin termal yang diberi wig rambut manusia menyerap panas lebih sedikit dibandingkan saat botak.

>>> Barcelona Dapat Bonus Rp 60 M dari FIFA Berkat Piala Dunia, Kok Bisa?

Rambut keriting rapat tercatat paling efektif menahan radiasi panas matahari.