Kronologi Awal: Antrean Kebaya dan Pelanggan yang Tak Sabar

Sebelum permintaan maaf ini beredar luas, video berdurasi beberapa menit yang diunggah oleh akun Instagram @hiddenbhylda telah lebih dulu meledak di dunia maya. Dalam video tersebut, Bu Sintya terlihat emosional dan melontarkan kata-kata kasar yang sangat tidak pantas, termasuk hinaan berbau SARA dan ancaman yang membuatnya langsung dihujani kritik tajam oleh warganet.
 
Namun, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar? Saat ditemui pada Sabtu (18/7/2026), Bu Sintya mengakui bahwa kata-kata kasar tersebut keluar secara spontan karena ia merasa terpojok dan diprovokasi.
 
"Sebenarnya saya nggak bermaksud mengejek atau menghina orang. Itu saya ucapkan karena murni kesal, marah. Saya akui salah mengucap itu tapi murni ada penyebabnya," terang Bu Sintya.
 
Ia menjelaskan bahwa pelanggan perempuan yang bersangkutan datang membawa empat setel baju. Tiga di antaranya adalah kemeja kerja milik pacar pelanggan, dan satu kemeja milik si pelanggan itu sendiri. Pesanan tersebut sejatinya sudah dikerjakan secara bertahap. Namun, karena ada beberapa bagian yang harus diservis ulang dan menumpuknya pesanan kebaya dari pelanggan lain, pengerjaan kemeja tersebut sempat tertunda.
 
"Saya sudah kasih tahu waktu buat nunggu 15 menit saja. Ya sesuai video itu dah, saya kerjakan," jelasnya.
 

Rincian Biaya dan Pemicu Emosi

Dari segi biaya, Bu Sintya merinci bahwa total ongkos untuk ketiga baju milik kekasih pelanggan tersebut adalah Rp 75.000 (Rp 25.000 per baju untuk jasa mengecilkan badan dan memotong bagian bawah yang kepanjangan). Sementara itu, untuk baju milik si pelanggan perempuan, biaya servisnya hanya Rp 10.000 untuk pemasangan kancing yang lepas.
 
Menurut Bu Sintya, puncak emosinya meledak bukan tanpa alasan. Saat menunggu, pelanggan tersebut dikabarkan tidak hanya tidak sabar, tetapi juga melontarkan makian yang menyakitkan hati.
 
"Saya dituduh menyiram pakai air sisa makanan ke ceweknya itu. Saya bilang, kalau saya siram, bajunya pasti basah. Tapi di video, saya dituduh menyiram. Itu fitnah," tegasnya membantah tudingan yang beredar di kolom komentar media sosial.