Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Meraih Keberkahan Bulan Safar dan Seni Menghadapi Ujian Hidup
Ukuran Teks
4 Tingkatan Manusia Menghadapi Ujian
Salah satu poin paling memukau dari khutbah ini adalah pemaparan tentang bagaimana manusia merespons musibah. Mengutip pandangan Syaikh Muhammad bin Shalih, KH Sanmuin membagi reaksi manusia terhadap ujian menjadi empat tingkatan:
1. Tingkatan Marah (Menolak Takdir) Ini adalah tingkatan terendah. Saat diuji, seseorang merasa marah, mengeluh, hingga menyalahkan keadaan atau bahkan mencela ketentuan Allah. Sikap ini sangat berbahaya karena secara tidak langsung, marah kepada takdir berarti marah kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 11 yang mengingatkan bahwa orang yang imannya hanya "di tepi" (mudah goyah saat diuji) akan merugi di dunia dan akhirat. Mengeluh dan marah hanya akan menguras energi dan menjauhkan kita dari pertolongan-Nya.
2. Tingkatan Sabar (Menahan Diri) Sabar adalah batas minimal keimanan seorang Mukmin. Memang, menelan pil kesabaran rasanya pahit. Namun, sebagaimana ungkapan penyair Arab: "Sabar itu pahit rasanya, tapi hasilnya lebih manis dari madu." Sabar bukan berarti menyukai musibah, melainkan menahan lisan dari keluh kesah dan menahan anggota tubuh dari perbuatan yang melanggar syariat.
3. Tingkatan Ridha (Menerima dengan Lapang Dada) Ini adalah tingkatan yang lebih tinggi. Orang yang ridha tidak hanya menahan diri, tetapi hatinya merasa damai dan lapang menerima setiap ketetapan Allah. Baginya, ujian maupun kemudahan sama-sama berasal dari Yang Maha Mengatur. Inilah kedamaian hati yang sejati, di mana tidak ada lagi konflik batin antara hamba dan Tuhannya.
4. Tingkatan Syukur (Melihat Berkah di Balik Musibah) Ini adalah puncak dari spiritualitas seorang Mukmin. Bagaimana mungkin bersyukur saat ditimpa musibah? Orang yang mencapai tingkatan ini menyadari bahwa setiap duri yang menusuk, setiap air mata yang jatuh, dan setiap kelelahan yang dirasakan adalah penggugur dosa dan pengangkat derajat. Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kekhawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya" (HR. Bukhari dan Muslim).
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Siapa Anak dan Istri Kevin Keegan? Legenda Sepakbola Inggris yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?
Selasa / 21-07-2026, 15:13 WIB
Paul Pierce: Cleveland Tempat Terbaik untuk LeBron James, Bukan Boston
Selasa / 21-07-2026, 14:59 WIB
Penggugat Pria Stefon Diggs Dapatkan Bukti Teks dalam Kasus Hukum
Selasa / 21-07-2026, 14:59 WIB
Setia Sejak 2010, Andritany Bongkar Alasan Perpanjang Kontrak dengan Persija Jakarta
Selasa / 21-07-2026, 14:59 WIB
Aksi Kasar Pemain Argentina Berujung Investigasi FIFA
Selasa / 21-07-2026, 14:59 WIB
Poin-poin UU Pusat Finansial Indonesia yang Baru Disahkan DPR
Selasa / 21-07-2026, 14:58 WIB
DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie
Selasa / 21-07-2026, 14:58 WIB
Iran Klaim Hantam Pusat Data Amazon di Bahrain dengan Rudal Jelajah
Selasa / 21-07-2026, 14:58 WIB
Xiaomi 18 Series Siap Rilis September, Saingi iPhone 18 Pro
Selasa / 21-07-2026, 14:58 WIB
Geger! Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Meledak, Identitas Pemilik dan Nasib Korban Jadi Sorotan
Selasa / 21-07-2026, 14:56 WIB
Thom Haye Bertekad Akhiri Kutukan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Selasa / 21-07-2026, 14:44 WIB
Madura United Resmi Datangkan Bek Keturunan Jerman Brandon Scheunemann
Selasa / 21-07-2026, 14:44 WIB
Film Lee Chang-dong 'Possible Love' Resmi Masuk TIFF
Selasa / 21-07-2026, 14:44 WIB
Cerita Penumpang Salah Naik Pesawat, Nyasar Terbang 11 Jam ke Tokyo
Selasa / 21-07-2026, 14:44 WIB







