Hingga 2026, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 235 juta orang atau setara dengan tingkat penetrasi sekitar 81%.

Di sisi infrastruktur, Indonesia juga telah mengoperasikan 182 pusat data (data center), dengan konsentrasi terbesar berada di Jakarta sebanyak 94 fasilitas dan Batam sebanyak 16 fasilitas.

Menurut Airlangga, pertumbuhan layanan komputasi awan (cloud computing) dan AI diproyeksikan akan meningkatkan kebutuhan kapasitas pusat data nasional, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor ekonomi digital.

Dalam forum tersebut, Airlangga juga menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam tata kelola AI global melalui World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).

Indonesia menjadi salah satu dari 29 negara pendiri organisasi tersebut bersama sejumlah negara ASEAN, anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), negara-negara BRICS, serta negara di Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa Timur.

Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi faktor penting untuk memastikan perkembangan AI tidak hanya mendorong kemajuan teknologi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

>>> Ayah Lamine Yamal Absen Nonton Final Piala Dunia 2026 karena Epilepsi

“Bersama-sama, mari kita terjemahkan komitmen teknologi ini menjadi hasil nyata, yang mendorong kesejahteraan bersama dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi semua negara,” kata Airlangga.