Technip Energies menyebut jalur Alcohol-to-Jet sebagai "skalabilitas yang kredibel", sementara Airbus menyebut Rebound sebagai "suara kepercayaan pada SAF".

Di bawah regulasi ReFuelEU Aviation, pemasok bahan bakar di bandara Uni Eropa harus meningkatkan porsi SAF secara bertahap, dari 2% pada 2025 menjadi 6% pada 2030 dan 70% pada 2050.

IATA memperkirakan produksi SAF global mencapai 2,6 juta ton pada 2026, hanya 0,8% dari total penggunaan bahan bakar penerbangan.

Kapasitas tahunan Rebound setara dengan sekitar 7% dari perkiraan produksi global 2026.

SAF dapat mengurangi emisi karbon siklus hidup hingga 80% dibandingkan bahan bakar jet konvensional, tergantung bahan baku dan jalur produksi.

Namun, manfaat lingkungan bergantung pada seluruh rantai pasok, termasuk sumber bahan baku dan sertifikasi.

Joint venture Rebound masih menunggu persetujuan dan kondisi penutupan, dengan finalisasi diharapkan pada paruh kedua 2026.

>>> Persebaya vs PSIS: Kapten Rivera Ingin Pemain Baru Rasakan Atmosfer GBT

Perusahaan masih perlu memilih pemberi lisensi teknologi, menyelesaikan perizinan, memulai rekayasa pra-FEED dan FEED, serta mengamankan pendanaan konstruksi.