Persidangan kasus kematian legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, kembali memanas. Dua pengacara dari kubu berbeda terlibat adu mulut hingga nyaris baku hantam di luar ruang sidang.

Insiden terjadi pada Selasa (14/7) saat persidangan di San Isidro. Konfrontasi dipicu oleh ejekan yang dilontarkan pengacara keluarga Maradona, Fernando Burlando, kepada pengacara terdakwa, Francisco Oneto.

>>> Inggris Rebut Peringkat Tiga Piala Dunia 2026, Putus Rekor Buruk

Menurut laporan Buenos Aires Times, keributan berlanjut ke luar ruang sidang. Kedua pengacara saling berhadapan hanya beberapa inci dan saling melontarkan hinaan.

"Aku di sini. Apa yang akan kau lakukan?"

teriak Burlando. "Dasar badut sialan," balas Oneto.

Seorang jaksa dan polisi akhirnya turun tangan menarik Oneto sekitar 10 meter sebelum terjadi kekerasan fisik.

>>> Gangguan Tidur Malam Bisa Jadi Tanda Alzheimer Bertahun-tahun Sebelum Kehilangan Ingatan

Persaingan sengit antara Burlando dan Oneto telah menjadi ciri khas persidangan yang dimulai sejak April lalu. Sidang diperkirakan berlanjut hingga akhir Agustus.

Maradona meninggal pada 25 November 2020 di usia 60 tahun di Tigre, utara Buenos Aires. Penyebab kematiannya adalah edema paru dan henti jantung saat pemulihan pasca operasi otak.

Persidangan saat ini memeriksa apakah tujuh anggota tim medis yang merawat Maradona memberikan perawatan yang layak. Mereka didakwa dengan pembunuhan yang disengaja.

Ketujuh terdakwa meliputi psikiater Agustina Cosachov, ahli bedah saraf Leopoldo Luque, psikolog Carlos Diaz, dokter Nancy Edith Forlini, perawat Ricardo Almiron, kepala perawat Mariano Ariel Perroni, dan dokter Pedro Pablo Di Spagna.

>>> Inggris Juara 3 Piala Dunia 2026, Bungkam Prancis 6-4

Para terdakwa membantah tuduhan. Jika terbukti bersalah, mereka terancam hukuman penjara 8 hingga 25 tahun.