Asap Kebakaran Hutan Kanada Selimuti New York, Warga Diminta Waspada
"Orang-orang yang membagikan Playbill dan sebagainya di trotoar – mereka di sini sepanjang hari tanpa perlindungan," kata John.
John mengungkapkan frustrasi atas kurangnya dukungan struktural bagi pekerja luar ruangan selama krisis lingkungan. "Pawai kapitalisme terus bergerak maju," kata John.
Rachel Smalter Hall, ibu dua anak yang tinggal di pusat kota Manhattan, memilih sesi terapi jarak jauh sebelum pergi sebentar ke toko dengan putrinya yang masih kecil sambil memakai masker wajah.
"Saya perhatikan saat di luar mata saya perih," kata Smalter Hall, editor di sebuah penerbit buku New York.
Smalter Hall mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai perubahan visual di atmosfer dan artinya bagi generasi mendatang.
"Perubahan warna langit karena polusi menjadi hal yang semakin umum, dan itu membuat saya sangat khawatir akan masa depan kualitas udara, masa depan kesehatan mereka, masa depan kesehatan planet kita," kata Smalter Hall.
Aaron Freedman, seorang mahasiswa pascasarjana yang tinggal di Brooklyn, menggunakan masker N95 dari masa pandemi setelah mencium bau asap yang kuat pada Rabu malam.
"Saat tumbuh dewasa, ini tidak pernah terjadi," kata Freedman, 34 tahun, warga New York seumur hidup.
Freedman mencatat bahwa kondisi lingkungan saat ini terasa sangat tidak sesuai dengan masa kecilnya di Timur Laut.
"Jadi ya, perubahan iklim, menyebalkan," kata Freedman.
Data pemerintah Kanada yang dirilis pada Jumat merinci 900 kebakaran aktif di seluruh Kanada, dengan 127 di antaranya tidak terkendali, sehingga total tahun ini mencapai 3.137 kebakaran.
Meteorolog Mike Woods dari FOX 5 NY memperkirakan bahwa angin selatan dapat membawa asap kembali ke wilayah metropolitan pada Jumat malam sebelum perubahan cuaca yang diperkirakan terjadi.
"Kami mungkin melihat asap benar-benar meningkat malam ini untuk sementara waktu sebelum hujan mulai turun untuk Anda besok," kata Woods.
>>> Pekerja Mogok di Pabrik Mobil Hyundai Akibat Rencana Robot Humanoid
Pejabat federal memperkirakan hujan lebat yang tiba pada Sabtu siang akan membawa perbaikan besar pada kualitas udara menjelang final Piala Dunia FIFA pada Minggu sore di Stadion New York New Jersey.
Update Terbaru
Dodgers Incar Chapman, Heim, dan Skubal Jelang Deadline Perdagangan 2026
Minggu / 19-07-2026, 07:50 WIB
Ben Askren Kembali untuk Laga Gulat Terakhir di RAF 11
Minggu / 19-07-2026, 07:50 WIB
Katelyn Ohashi Kembali ke Kompetisi Elit di US Classic 2026
Minggu / 19-07-2026, 07:49 WIB
Cara Cek Status SI di SIKS-NG agar Bansos PKH dan BPNT Cair 20 Juli 2026
Minggu / 19-07-2026, 07:49 WIB
Kemnaker: 32.389 Pekerja Kena PHK hingga Juni 2026, Naik 8.919 dalam Sebulan
Minggu / 19-07-2026, 07:49 WIB
Nokia 300 4G Power Bank Resmi Dirilis: Baterai 3700mAh, 18W, Siaga 45 Hari
Minggu / 19-07-2026, 07:45 WIB
Demi 'The Odyssey', Matt Damon Diet Ketat hingga Berat Badan Turun 10 Kg
Minggu / 19-07-2026, 07:45 WIB
Airbus dan Tiga Raksasa Prancis Ubah Limbah Pertanian Jadi 160.000 Ton Bahan Bakar Jet
Minggu / 19-07-2026, 07:45 WIB
Jodie Sweetin Ungkap Perjalanan Sobriety Bersama John Stamos
Minggu / 19-07-2026, 07:43 WIB
Badai Bersihkan Asap Kebakaran Hutan Sebelum Final Piala Dunia
Minggu / 19-07-2026, 07:43 WIB
Persebaya vs PSIS: Kapten Rivera Ingin Pemain Baru Rasakan Atmosfer GBT
Minggu / 19-07-2026, 07:43 WIB
Ribuan Suporter PSIS Semarang Hadiri Langsung Laga Klasik Versus Persebaya di GBT
Minggu / 19-07-2026, 07:42 WIB
Putra Kyle Busch yang Berusia 11 Tahun Menang Balapan Pertama Setelah Kepergian Sang Ayah
Minggu / 19-07-2026, 07:42 WIB
Andrew dan Tristan Tate Diekstradisi ke Inggris, Pengacara Kecam Penangkapan
Minggu / 19-07-2026, 07:42 WIB







