Asap tebal dari kebakaran hutan di Kanada menyelimuti New York City pada Kamis, mendorong pejabat setempat mengeluarkan peringatan kualitas udara.

Warga diminta membatasi aktivitas luar ruangan karena tingkat polusi melonjak bersamaan dengan suhu musim panas yang tinggi.

>>> Keluarga Terpaksa Jual Rumah Demi Pusat Data AI

Layanan Cuaca Nasional mengeluarkan peringatan kualitas udara setelah polusi menyebar ke selatan melintasi sebagian besar wilayah Amerika Serikat.

Indeks Kualitas Udara naik ke level yang membahayakan kesehatan bagi kelompok sensitif maupun orang dewasa sehat.

Kantor gubernur melaporkan bahwa ini adalah tahun keempat berturut-turut kebakaran hutan memicu peringatan kualitas udara di kota tersebut.

Para ahli lingkungan khawatir hal ini menjadi normal baru bagi musim panas di wilayah setempat.

Wali Kota Imbau Warga Pakai Masker

Wali Kota New York Zohran Mamdani mengimbau warga untuk segera mengambil langkah keselamatan saat kabut menutupi matahari dan bau terbakar tercium di lima borough.

"Setiap warga New York harus mengambil tindakan pencegahan. Batasi waktu di luar ruangan, terutama aktivitas berat," kata Mamdani.

Pemerintah kota mendistribusikan masker KN95 gratis di ratusan lokasi umum, termasuk perpustakaan, kantor polisi, dan pemadam kebakaran.

Kantor manajemen darurat kota juga menggunakan media sosial pada Kamis malam untuk menyarankan warga agar tidak menghabiskan lebih dari satu jam di luar jika mengalami gejala fisik.

"Dengarkan tubuh Anda.

Jika mata berair, tenggorokan gatal, atau sulit bernapas, kurangi aktivitas fisik dan masuklah ke dalam ruangan," tulis akun X departemen tersebut.

Perubahan Iklim Perparah Kebakaran

Robbie Parks, asisten profesor ilmu kesehatan lingkungan di Columbia University, menjelaskan bahwa perubahan iklim mendorong frekuensi dan keparahan kebakaran ini dengan menciptakan kondisi lebih hangat dan kering di seluruh Amerika Utara.