Hari pertama atau beberapa minggu awal sekolah sering menjadi momen emosional bagi anak dan orang tua. Tangisan saat berpisah di gerbang sekolah kerap membuat orang tua bimbang.

Kondisi ini cukup umum, terutama pada anak yang baru mulai bersekolah. Dalam psikologi, kondisi ini disebut separation anxiety atau kecemasan berpisah.

>>> Trump Kritik Inggris Tersingkir: Kenapa Harry Kane Jadi Pemain Bertahan?

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), menangis, menolak masuk kelas, atau ingin terus ditemani orang tua adalah respons normal pada masa adaptasi.

Cara orang tua menyikapi kondisi ini menentukan seberapa cepat anak merasa aman.

7 Cara Menghadapi Anak yang Menangis saat Ditinggal di Sekolah

1. Tetap tenang saat mengantar anak.

Anak sangat peka terhadap emosi orang tua. Jika orang tua cemas, anak bisa merasa sekolah adalah tempat yang menakutkan.

2. Buat rutinitas berpamitan yang singkat.

Jangan menunggu anak benar-benar tenang, karena justru memperpanjang perpisahan. Cukup peluk, cium, ucapkan salam, lalu pergi.

3. Jangan diam-diam pergi atau kembali lagi setelah berpamitan.

Pergi diam-diam mengurangi rasa percaya anak. Kembali saat anak menangis justru mengajarkan bahwa menangis bisa membuat orang tua tetap di dekatnya.

4. Alihkan perhatian anak ke aktivitas menyenangkan.

>>> 16 Buah Alami yang Bantu Mencerahkan Kulit, Aman Dikonsumsi

Setelah perhatian beralih ke bermain atau berinteraksi dengan guru, kecemasan perlahan berkurang. Bekerja samalah dengan guru untuk mengajak anak melakukan aktivitas yang disukai.

5. Bangun komunikasi yang baik dengan guru.

Anak lebih cepat beradaptasi jika guru menyambut hangat dan memberikan rasa aman. Komunikasi orang tua-guru membantu memantau perkembangan anak.