"Potensi dari bonus demografi Indonesia yang mayoritasnya melek digital, akan memaksimalkan setiap modal langsung ke sektor riil.

Jadi, biarlah negara maju berlomba menjual peralatannya, sementara kita menyiapkan ladang suburnya," imbuhnya.

Luhut menyampaikan pemerintah melalui Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dan Danantara akan berkolaborasi dengan investor melalui skema penanaman modal dan pembagian risiko.

"Jika mereka untung, negara juga harus untung. Apalagi tren investasi saat ini sudah bergeser ke arah value ketimbang profit semata," kata Luhut.

Ia menambahkan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan utama energi hijau dunia.

Oleh karena itu, pemerintah akan mengarahkan investasi ke proyek-proyek transisi energi bersih, ekonomi biru, pelestarian hutan, dan sektor berkelanjutan lainnya.

Dengan strategi tersebut, menurut Luhut, investor tidak hanya memperoleh keuntungan bisnis, tetapi juga berkontribusi menjaga keberlanjutan lingkungan.

>>> 19 Adegan Anime yang Selalu Membuat Fans Hancur Hati Saat Menonton Ulang

"Investor tidak hanya mendapatkan keuntungan dari bisnisnya di sini, tetapi juga ikut serta dalam menjaga masa depan kelestarian bumi bersama-sama," pungkasnya.