Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa wabah cyclosporiasis, infeksi yang menyebabkan diare eksplosif, terkait dengan selada es dari Taylor Farms yang dipasok ke Taco Bell.

Taco Bell telah menarik selada tersebut secara sukarela dari beberapa negara bagian, yaitu Indiana, Kentucky, Michigan, Ohio, dan Virginia Barat.

>>> Nintendo Patenkan Dock yang Kompatibel dengan Switch 2 dan Switch Lama

CDC juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung selada cincang dari restoran cepat saji itu.

Meskipun Taco Bell menjadi titik akhir penyebaran, kontaminasi sebenarnya terjadi di tingkat peternakan atau fasilitas pengolahan.

Otoritas Obat dan Makanan AS (FDA) menyebutkan bahwa sumber kontaminasi berasal dari satu pemasok di Meksiko.

Taylor Farms, pemasok tersebut, sebelumnya juga terlibat dalam wabah cyclosporiasis pada campuran salad tahun 2013.

Taco Bell sendiri telah mengambil langkah cepat dengan menarik bahan-bahannya begitu mengetahui situasi ini.

Kebijakan Pemerintah AS Dipertanyakan

Para ahli menyoroti konteks politik yang lebih luas, yaitu pemotongan dana CDC oleh pemerintahan Trump yang melumpuhkan lembaga keamanan pangan nasional.

Pada Februari lalu, Departemen Pertanian AS (USDA) membubarkan Komite Penasihat Nasional untuk Kriteria Mikrobiologis Makanan, yang memberikan panduan ilmiah tentang kebijakan keamanan pangan.

FDA juga menutup Komite Penasihat Nasional untuk Inspeksi Daging dan Unggas.

USDA kehilangan lebih dari 20.000 pekerja tahun lalu, termasuk 913 dari Layanan Inspeksi Keamanan Pangan.

CDC, yang kehilangan sekitar 3.000 karyawan di bawah Trump, juga memperkecil program pengawasan pangan FoodNet, sehingga pengawasan parasit cyclospora menjadi opsional.

Dan Jernigan, mantan direktur Pusat Penyakit Menular Emerging dan Zoonosis CDC, mengatakan bahwa keputusan itu diambil karena pendanaan keamanan pangan tidak dipertahankan dalam beberapa tahun terakhir.