Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peletakan batu pertama proyek yang berlokasi sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena, Laut Arafura.

Lapangan gas ini memiliki potensi cadangan mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF) dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar atau Rp352 triliun.

Proyek dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton gas alam cair per tahun, serta memasok 150 juta kaki kubik gas per hari untuk industri dalam negeri dan menghasilkan 35.000 barel kondensat per hari.

Ladang Gas Abadi di Blok Masela dikelola konsorsium INPEX Masela Ltd (65 persen), Pertamina Hulu Energi (20 persen), dan Petronas Masela Sdn.

>>> Alasan Presiden Argentina Tak Nonton Final Piala Dunia 2026 di Stadion, Demi Ritual Keberuntungan

Bhd. (15 persen).