Apa Arti Las Malvinas Son Argentinas? Kata-Kata yang Viral Usai Semifinal Piala Dunia Inggris vs Argentina
Ukuran Teks
Duel Nama: Malvinas vs. Falkland Islands
Perbedaan penyebutan nama kepulauan ini sendiri merupakan manifestasi dari perang narasi dan perbedaan sudut pandang historis kedua negara. Argentina secara konsisten menyebut wilayah tersebut sebagai Islas Malvinas, sementara Inggris bersikeras menggunakan nama Falkland Islands.
Kepulauan yang terletak di Samudra Atlantik Selatan ini berada sekitar 500 kilometer dari pesisir pantai Argentina. Secara geografis, kedekatan ini menjadi argumen utama Buenos Aires. Namun, realitas demografis di lapangan menunjukkan dinamika yang kompleks. Kepulauan ini dihuni oleh sekitar 3.500 penduduk. Sebagian besar dari mereka merupakan keturunan Inggris (British descent) yang telah bermukim di sana selama beberapa generasi.
Dalam referendum yang diselenggarakan pada tahun 2013, mayoritas penduduk setempat memilih dengan suara bulat untuk tetap mempertahankan status mereka sebagai Wilayah Seberang Laut Britania Raya (British Overseas Territory). Bagi London, hak menentukan nasib sendiri (self-determination) penduduk pulau adalah prinsip yang tidak bisa ditawar. Sebaliknya, bagi Buenos Aires, referendum tersebut dianggap tidak sah karena mengabaikan klaim kedaulatan historis Argentina atas wilayah tersebut.
Luka 1982: Perang yang Tak Pernah Benar-Benar Berakhir
Untuk memahami mengapa spanduk di semifinal Piala Dunia 2026 memicu gelombang emosi yang begitu dahsyat, kita harus menoleh ke belakang, tepatnya pada tahun 1982. Saat itu, konflik bersenjata yang dikenal sebagai Perang Falkland (Guerra de las Malvinas) meletus.
Selama 64 hari, konflik antara junta militer Argentina dan pasukan Inggris menewaskan 649 tentara Argentina, 255 tentara Inggris, dan tiga warga sipil Kepulauan Falkland. Meskipun perang tersebut berakhir dengan kekalahan militer Argentina, narasi yang dibangun di dalam negeri justru mengubah kekalahan tersebut menjadi simbol perlawanan dan pengorbanan heroik.
Para veteran perang dan keluarga yang kehilangan anggota keluarga mereka terus memperjuangkan pengembalian kepulauan tersebut melalui jalur diplomasi. Oleh karena itu, ketika para pemain sepak bola yang dianggap sebagai pahlawan modern mengangkat spanduk tersebut, mereka secara tidak langsung memberikan suara bagi para veteran dan korban perang yang merasa perjuangan mereka sering kali diabaikan oleh komunitas internasional.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Panduan Menilai Keamanan Aplikasi Penghasil Uang Baru di 2026
Jumat / 17-07-2026, 16:49 WIB
Adu Gaya Kim Min Ha dan Go Hyun Jung Usai BB Turun di Acara Fendi
Jumat / 17-07-2026, 16:48 WIB
Studi Ungkap Cara Efektif Atasi Kulit Belang Akibat Sinar Matahari
Jumat / 17-07-2026, 16:38 WIB
DPR Minta Kaji Matang Wacana SPP SMA/SMK di Jabar
Jumat / 17-07-2026, 16:38 WIB
Polisi Pastikan Keaslian Emas 74 Kg dari Rumah Febrie di Sentul
Jumat / 17-07-2026, 16:38 WIB
Detik-detik Roket Starship SpaceX Batal Meluncur Sebelum Lepas Landas
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
SPBU di Jakarta dan Bekasi Larang Suzuki Thunder Isi BBM
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli karena Terkait Kasus Lain
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Presiden Israel Nyatakan Keinginan Normalisasi dengan Arab Saudi
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Vincic Nangis Saat Dipilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Kejagung Periksa Eks Jampidsus Febrie sebagai Tersangka TPPU Asabri
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Bahlil: Blok Masela Sumbang Penerimaan Negara Rp680 Triliun
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Pemkot Parepare Kurangi Personel Paskibraka Akibat Efisiensi Anggaran
Jumat / 17-07-2026, 16:33 WIB
BGN Ungkap Tunggakan Rp1,6 Triliun Era Dadan Hindayana, Pembayaran Masih Diproses
Jumat / 17-07-2026, 16:33 WIB







