Kini, ia mengintegrasikan kecintaannya pada serial itu ke dalam kehidupan pribadinya.

Matthew menyebut Heartstopper sebagai "penyembuhan."

Ia menonton program itu di malam hari untuk menciptakan suasana positif dalam rutinitasnya, dan menggambarkannya sebagai "penerimaan ramah-gay."

Seorang penonton lain yang lebih tua, yang keluar sebagai gay di kemudian hari dan memiliki anak serta cucu, mengatakan ia menghindari merenungkan peluang yang terlewatkan.

Julian, 74 tahun, menyebutnya sebagai "bagaimana-jika."

Ia menonton tayangan ulang acara itu terus-menerus untuk mengatasi hari-hari sulit atau perkembangan politik yang mengecewakan. "Saya akan memutar 'Heartstopper' hanya untuk mengangkat semangat saya.

>>> Akar Kekerasan Militan di Pakistan: Bukan Sekadar Masalah Perbatasan

Sekedeng atau sebodoh apa pun kedengarannya, itu melakukan sesuatu pada jiwa saya," ujar Julian.