Sudah sebulan," kata Ekawati, warga setempat, Rabu (15/7).

>>> 7 Ciri Orang Sulit Dipercaya Menurut Psikologi

Warga, termasuk lansia, tampak mengantre membawa ember dan jeriken untuk mengambil air bersih yang disalurkan BPBD Kota Tangerang Selatan.

Ketua RW 02 Kelurahan Kranggan, Nasrullah, mengatakan krisis air bersih bukan persoalan baru. Wilayah tersebut hampir setiap tahun mengalami kekeringan saat kemarau.

Ia menuturkan, sebelum kawasan berkembang menjadi perkotaan, warga tidak pernah kesulitan air. Namun, dalam beberapa tahun terakhir debit air tanah terus menurun hingga banyak sumur mengering saat kemarau.

"Yang paling parah itu tahun 2023. Hampir setiap hari BPBD mengirimkan air ke wilayah kami," ujarnya.

Nasrullah berharap pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan air bersih saat kemarau, tetapi juga membangun jaringan perpipaan agar warga memperoleh akses air bersih permanen.

Usulan penyambungan pipa telah beberapa kali disampaikan, namun belum terealisasi.

Camat Setu Erwin Gemala Putra mengatakan, berdasarkan pendataan sementara terdapat sekitar 35 kepala keluarga yang terdampak krisis air, terdiri dari 15 KK di RW 01 dan 20 KK di RW 02.

Posisi geografis Kranggan yang berada di dataran lebih tinggi menyebabkan cadangan air tanah lebih cepat menyusut saat kemarau.

BPBD Kota Tangerang Selatan memetakan sebanyak 16.485,47 hektare kawasan berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026.

Kecamatan Setu menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi, sedangkan enam kecamatan lainnya dalam kategori bahaya rendah.

Kondisi yang berulang hampir setiap tahun membuat warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi jangka panjang.

>>> Matt Reeves Konfirmasi Perubahan Kecil pada Kostum Batman di Sekuel

Bantuan air bersih dinilai hanya penanganan sementara, sementara jaringan air perpipaan dianggap sebagai jawaban agar krisis tidak terus terulang.