Terkait sumber dana, Joao menyebut alokasi anggaran tersebut berasal dari hasil realokasi dana desa yang dikelola secara lebih efektif dan efisien.

Kementerian Keuangan akan mencicil kepada Himbara yang sebagai penyalur kredit.

"Jadi dana yang harusnya Rp240 juta untuk 80 ribu desa, itu harusnya digelontorkan harus diambil dari APBN tahun ini, beliau (Presiden Prabowo) melakukan suatu inovasi yang luar biasa, terobosan sehingga Danantara yang menyediakan anggaran tersebut.

Kemudian kementerian keuangan yang akan melakukan pencicilan sehingga kegiatan ekonomi atau kegiatan perputaran uang di bank-bank tersebut menjadi suatu pemberian manfaat yang sangat besar," sebut Joao.

Skema tersebut dapat memberi kepastian bagi perbankan karena kredit tersebut mendapatkan jaminan negara melalui Dana Desa sehingga risiko kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dapat ditekan.

>>> CEO GameStop Sebut Game Fisik Tidak Lagi Relevan

"Kepada bank-bank dan juga ada kepastian bahwa tidak terjadi NPL karena ini kredit, apalagi yang lebih baik kalau kredit dijamin sama negara, itu yang dilakukan terobosan yang luar biasa oleh Pak Presiden," jelas Joao.