Lima mantan petugas Kepolisian Albany, Georgia, Amerika Serikat, dipecat dan menghadapi tuntutan hukum setelah terbukti menyalahgunakan sistem Automatic License Plate Recognition (LPR) Flock.

Biro Investigasi Georgia (GBI) mengungkapkan bahwa para petugas tersebut mengakses sistem Flock LPR berkali-kali dan menggunakan data pelat nomor untuk tujuan di luar penegakan hukum.

>>> Pengemudi Lawan Arah yang Tewaskan Polisi Massachusetts Miliki Kadar Alkohol Dua Kali Lipat Batas Legal

Sistem Flock LPR biasanya digunakan oleh kepolisian untuk melacak kendaraan yang terkait dengan kejahatan, seperti pencurian atau penculikan.

Namun, dalam kasus ini, para petugas diduga memanfaatkan akses tersebut untuk kepentingan pribadi atau non-kepolisian.

GBI tidak merinci secara spesifik tujuan penggunaan data tersebut, tetapi menegaskan bahwa tindakan itu melanggar protokol dan kepercayaan publik.

Kelima petugas yang sebelumnya bertugas di Kepolisian Albany kini menghadapi konsekuensi pidana dan administratif.

>>> Dallas Woodhouse Mundur dari Kantor Auditor Negara Bagian North Carolina

Kasus ini menjadi sorotan karena penyalahgunaan teknologi pengawasan oleh aparat penegak hukum dapat mengikis kepercayaan masyarakat.

Pihak Kepolisian Albany belum memberikan pernyataan resmi terkait pemecatan dan tuntutan tersebut.

Sistem Flock LPR sendiri telah diadopsi oleh banyak departemen kepolisian di AS untuk membantu investigasi kejahatan.

>>> Ledakan di Gudang Amunisi TNI di Madiun, 1 Tewas 6 Luka

Namun, insiden ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan teknologi semacam itu agar tidak disalahgunakan.