Di sisi lain, Bahlil menyebutkan apabila proyek Masela berjalan penuh yang ditargetkan pada 2029-2030, akan memberikan kontribusi langsung hingga US$37,8 miliar atau sekitar Rp680 triliun (asumsi kurs Rp18 ribu per dolar AS) ke pendapatan negara.

Proyek ini juga diperkirakan bakal menciptakan lapangan kerja besar dengan perkiraan menyerap 12 ribu tenaga kerja pada masa konstruksi dan sekitar 800-1.000 tenaga kerja pada saat operasi.

Sementara itu, kontribusi ke perekonomian nasional bisa mencapai sekitar US$137,8 miliar, serta peningkatan Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Maluku sebesar US$95 miliar dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar US$92 miliar.

"Saya sudah bicara dengan SKK Migas agar pekerjaan-pekerjaan diprioritaskan untuk pengusaha lokal di wilayah ini.

>>> Alwi Farhan Beberkan Kunci Comeback atas Lanier di Japan Open

Ini sejalan dengan perintah Bapak Presiden agar masyarakat daerah menjadi objek dan subjek pembangunan," pungkasnya.