Setahun kemudian, Prajogo menggandeng perusahaan energi Filipina ACEN milik konglomerat Jaime Augusto Zobel de Ayala untuk membangun proyek pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia.

Ekspansi bisnis Prajogo juga berlanjut ke Singapura.

Pada April 2025, perusahaan patungan Chandra Asri Pacific dan Glencore merampungkan akuisisi kilang minyak serta aset petrokimia Shell di negara tersebut.

Lima bulan setelahnya, Chandra Asri juga mengambil alih jaringan stasiun pengisian bahan bakar Esso di Singapura.

Berdasarkan data real-time Forbes, per Kamis (16/7), Prajogo memiliki kekayaan sekitar US$15,4 miliar dan termasuk salah satu orang terkaya di Indonesia.

Ia membangun kerajaan bisnisnya melalui Barito Pacific yang berkembang menjadi grup energi dan petrokimia.

Sementara itu, keluarga Lopez tercatat memiliki kekayaan sekitar US$285 juta. Selain bisnis energi, keluarga tersebut juga memiliki kepentingan di sektor properti dan media melalui ABS-CBN.

Kabar penawaran akuisisi itu langsung disambut positif pasar.

>>> Darren Rabinowitz Raih Gelar WSOP Kedua di Las Vegas

Saham First Gen ditutup melonjak 18,4 persen di Bursa Manila setelah sempat menguat hingga 33,3 persen pada perdagangan intraday.