Kontroversi Wasit Ismail Al-Fath di Laga Semifinal Piala Dunia 2026: Aksi Sujud dan Tuduhan Bias Mengiringi Lolosnya Argentina ke Final
Ukuran Teks
Desah Kekecewaan di Babak Pertama
Kecurigaan tersebut seolah menemukan bahan bakarnya saat babak pertama berlangsung. Al-Fath menuai kritik yang semakin tajam dari para pengamat dan pendukung Inggris karena keputusan kontroversialnya untuk tidak mengeluarkan kartu kuning. Padahal, beberapa insiden pelanggaran keras yang berpotensi membahayakan keselamatan pemain terjadi di lapangan, mayoritas dilakukan oleh para pemain Timnas Argentina.
Ketidaktegasan di awal pertandingan ini dinilai oleh banyak pakar sepak bola sebagai pemicu utama meningkatnya tensi permainan. Inggris yang merasa dirugikan secara taktis harus berjuang lebih keras untuk menyamakan kedudukan, sementara Argentina mampu memanfaatkan ruang yang diberikan untuk akhirnya mengamankan kemenangan dramatis di paruh kedua.
Rekam Jejak Al-Fath di Piala Dunia 2026
Menarik untuk menelusuri kembali rekam jejak Ismail Al-Fath di turnamen edisi ini. Laga semifinal antara Inggris dan Argentina sebenarnya merupakan tugas keempat yang diembannya sebagai wasit utama. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) sebelumnya menunjukkan kepercayaan tinggi kepadanya dengan memberikan sejumlah pertandingan krusial.
Sebelumnya, Al-Fath telah memimpin laga Belanda melawan Jepang, serta Spanyol melawan Uruguay di fase penyisihan grup. Ia juga dipercaya untuk menangani pertandingan babak 16 besar yang mempertemukan Brasil melawan Norwegia. Pada laga-laga tersebut, performa Al-Fath relatif berjalan lancar tanpa gejolak berarti. Namun, tekanan psikologis dan sorotan media yang jauh lebih intens pada laga bertajuk "raksasa sepak bola" seperti Inggris vs Argentina tampaknya menjadi ujian terberat baginya.
Aksi Sujud: Ekspresi Personal atau Pelanggaran Protokol?
Aksi sujud yang dilakukan Al-Fath pasca-pertandingan menjadi titik balik dari seluruh narasi kontroversi ini. Bagi sebagian kalangan, tindakan tersebut dapat dimaknai sebagai ekspresi rasa syukur personal seorang wasit yang telah berhasil menyelesaikan tugas berat di bawah tekanan luar biasa, terutama mengingat latar belakang budaya dan spiritualnya.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Laba TSMC Melonjak 77 Persen Berkat Permintaan Chip AI Global
Kamis / 16-07-2026, 15:36 WIB
Jackpot Powerball Naik ke 498 Juta Dolar Setelah Tidak Ada Pemenang Rabu
Kamis / 16-07-2026, 15:36 WIB
Trump Pecat Jaksa Federal Seattle yang Baru Diangkat Pengadilan
Kamis / 16-07-2026, 15:36 WIB
Micah Richards Tetap Bertugas di BBC Setelah Mendengar Kabar Duka Ayahnya
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
TSMC Catat Laba Bersih Rekor NT$706,6 Miliar Didorong Permintaan AI
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Musim Kemarau, Debit Air Sungai Cisadane Menyusut 12 Persen
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Bahlil Kelakar soal Kacamata Hitam Nusron: Mungkin Sedih Inggris Kalah
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Bukan soal Galak atau Ditakuti, Ini 7 Ciri Orang Berwibawa
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Iran Lanjutkan Serangan ke Pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Debat Tanaman vs Bunga: Mana yang Lebih Berharga?
Kamis / 16-07-2026, 15:32 WIB
Host Open Trip Kena Blacklist Gegara Tak Sewa Porter Lokal di Lawu
Kamis / 16-07-2026, 15:31 WIB
Hilirisasi Jadi Kunci Freeport Hadapi Masa Depan Tambang Berkelanjutan
Kamis / 16-07-2026, 15:31 WIB
Rick Ross Sarankan LeBron James Gabung ke Miami Heat demi Bisnis
Kamis / 16-07-2026, 15:28 WIB
Scaloni: Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris
Kamis / 16-07-2026, 15:28 WIB







