Misalnya di SDN Purwoyoso 01, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang hanya menerima tiga siswa baru tahun ajaran 2026/2027.

Meski jumlah peserta didik baru sangat sedikit, sekolah tetap menggelar MPLS.

Di beberapa kota lain, seperti di Sleman, Jawa Tengah, sekitar 60-an sekolah juga masih kekurangan siswa baru hingga akhir masa SPMB.

Kemendikdasmen akan mengadakan rapat bersama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menangani sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit, bahkan ada yang hanya dua hingga tiga siswa.

"Pemerintah telah melakukan pendataan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) terutama terhadap sekolah yang memiliki kurang dari 100 siswa, bahkan di bawah 60 siswa," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Jakarta, Selasa (14/7) dikutip dari Antara.

>>> OnePlus Dikabarkan Hengkang dari Eropa dan AS, Kabar Baik bagi Samsung

"Data tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan kami akan merumuskan kebijakan terhadap sekolah-sekolah dengan jumlah murid yang sangat sedikit," sambungnya.