Langkah ini seiring kebijakan operasi moneter pro-pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

ULN Swasta Masih Terkontraksi

Utang luar negeri swasta masih mengalami kontraksi.

Posisinya tercatat sebesar US$195,9 miliar atau menyusut 0,1 persen secara tahunan, meski lebih baik dibandingkan kontraksi 0,5 persen pada April 2026.

Kontraksi tersebut terutama dipengaruhi penurunan utang kelompok lembaga keuangan yang hanya turun 0,8 persen, lebih rendah dibandingkan penurunan 5 persen pada bulan sebelumnya.

BI menyebut ULN swasta terbesar masih berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan.

Keempat sektor itu menyumbang sekitar 79,9 persen dari total ULN swasta dan didominasi utang jangka panjang.

Struktur ULN Indonesia dinilai tetap sehat.

>>> Viral Pasangan Bertengkar di Piala Dunia, Netizen Minta Wanita Ceraikan Suami

Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 29,9 persen pada Mei 2026, dengan pangsa ULN jangka panjang mencapai 83,9 persen dari total ULN.