Saham Xero Limited anjlok 4,31 persen ke A$70,24 pada Senin, 13 Juli 2026.

Penurunan ini menguji level support kritis di tengah aksi jual sektor teknologi dan meningkatnya sorotan investor terhadap kompensasi eksekutif.

>>> Astronom Deteksi Gula Biologis Kunci di Ruang Antarbintang

Harga saham perusahaan software cloud asal Australia itu menghapus pemulihan 15 persen yang baru terjadi.

Penyebabnya adalah pengungkapan bahwa CEO Sukhinder Singh Cassidy menjual 29.608 saham pada 7 Juli 2026 untuk memenuhi kewajiban pajak pribadi.

Penjualan saham tersebut semakin memicu perhatian pada paket remunerasi Cassidy yang diusulkan.

Paket itu diperkirakan akan mendapat tentangan keras dari investor institusional, mengingat harga saham masih jauh di bawah puncak Juni 2025 sebesar A$194.

>>> Cuaca Ekstrem: Peringatan Panas dan Banjir Melanda AS

Menurut tinjauan tahunan oleh Australian Council of Superannuation Investors dan Ownership Matters, sentimen investor menunjukkan keengganan kuat terhadap apa yang dianggap sebagai 'kesempatan kedua' dalam remunerasi eksekutif.

Meskipun volatilitas pasar, Xero melaporkan kinerja keuangan yang kuat untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2026. Pendapatan operasional naik 31 persen menjadi NZ$2,8 miliar.

Namun, laba bersih periode tersebut turun 27 persen menjadi NZ$167 juta. Penurunan ini dipengaruhi biaya integrasi dari akuisisi platform pembayaran AS, Melio, senilai US$2,5 miliar.

>>> Klaim Kesadaran AI: Antara Harapan dan Realitas

Xero terus memperluas jangkauan globalnya dengan melayani sekitar 5 juta pelanggan. Perusahaan baru-baru ini meluncurkan fitur kecerdasan buatan baru dalam platform otomatisasi JAX untuk menyederhanakan alur kerja bisnis.