Trump Siapkan Langkah Lumpuhkan ICC, Sebut Mahkamah Internasional Ancaman bagi AS
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah menyiapkan berbagai langkah untuk melemahkan Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC).
Washington menilai lembaga tersebut telah berkembang menjadi ancaman terhadap kedaulatan Amerika Serikat.
>>> Indonesia Tambah 6 Negara Bebas Visa, Turki hingga Brasil Masuk Daftar Baru
Mengutip Reuters, Rabu (15/7/2026), Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan kritik tersebut melalui pesan video yang dipublikasikan pada Senin.
Menurutnya, ICC awalnya dibentuk untuk mengadili pelanggaran paling berat, namun kini dinilai telah melampaui tujuan awalnya.
"(Namun ternyata menjadi) sesuatu yang jauh lebih radikal dan ekstrem," kata Rubio.
Rubio menegaskan pemerintahan Donald Trump tidak akan membiarkan ICC mengancam personel Amerika Serikat.
Ia menilai perlindungan terhadap warga dan aparat AS menjadi prioritas pemerintah.
>>> Ramalan Zodiak 15 Juli: Libra Kontrol Pengeluaran, Scorpio Hindari Spekulasi
Reuters melaporkan seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS, yang berbicara secara anonim, mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan sejumlah opsi untuk menekan ICC.
Langkah yang dibahas mencakup larangan perjalanan, pencabutan visa, peningkatan sanksi terhadap ICC beserta organisasi afiliasinya, hingga tekanan diplomatik kepada negara-negara lain agar menarik diri dari keanggotaan ICC.
Penolakan Amerika Serikat terhadap kewenangan ICC bukan hal baru.
Donald Trump maupun mantan Presiden George W.
Bush sebelumnya sama-sama berpendapat bahwa mahkamah tersebut tidak memiliki yurisdiksi untuk menyelidiki ataupun menuntut warga negara Amerika, terutama personel militer.
>>> Jordan Walker Menangkan Derby Home Run, Hadiah Melebihi Gaji Setahun
Reuters juga melaporkan pemerintahan Trump mendukung penerapan sanksi terhadap pejabat ICC sebagai upaya mencegah pengadilan tersebut mengambil langkah hukum terhadap presiden dari Partai Republik maupun pejabat pemerintah AS atas operasi militer Amerika di luar negeri pada masa mendatang.
Update Terbaru
Jadwal Bioskop Trans TV 16 - 19 Juli 2026
Rabu / 15-07-2026, 10:11 WIB
4 Buah Terbaik Turunkan Risiko Sakit Jantung Menurut Ahli Kardiologi
Rabu / 15-07-2026, 10:10 WIB
6 Juta Orang Teken Petisi Usir Argentina dari Piala Dunia
Rabu / 15-07-2026, 10:10 WIB
Christopher Nolan Ungkap Pemain Muntah saat Syuting The Odyssey
Rabu / 15-07-2026, 10:09 WIB
NVIDIA GeForce NOW Resmi Diluncurkan di India, Tawarkan Cloud Gaming Bertenaga RTX 5080
Rabu / 15-07-2026, 10:08 WIB
Samsung Resmi Kenalkan Flex Titanium untuk Galaxy Foldable Generasi Baru
Rabu / 15-07-2026, 10:08 WIB
Sering Ngantuk saat Kerja? Coba 9 Tips Ini agar Tetap Fokus tanpa Harus Minum Kopi
Rabu / 15-07-2026, 10:07 WIB
BYD Catat Distribusi 23.257 Unit Sepanjang Semester I 2026, Atto 1 Jadi Andalan
Rabu / 15-07-2026, 10:07 WIB
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika Terus Diserang AS
Rabu / 15-07-2026, 10:07 WIB
Dibujuk di Lorong Polda: Pengakuan dr. Tifa soal Tawaran Damai ke Solo
Rabu / 15-07-2026, 10:07 WIB
Trump Ancam Serang Infrastruktur Iran: Pembangkit Listrik dan Jembatan Jadi Target
Rabu / 15-07-2026, 10:07 WIB
Desakan Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus Menguat, KPK: Masih Dini
Rabu / 15-07-2026, 10:05 WIB







