Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memperluas serangan militer terhadap Iran pada pekan depan. Sasaran yang disebut meliputi infrastruktur penting seperti pembangkit listrik dan jembatan.

Ancaman itu disampaikan jika Teheran tetap menolak berunding. Hal ini dilaporkan The Guardian pada Selasa (25/3/2025).

>>> Serangan Drone Ukraina Paksa Rusia Alihkan Pengiriman dari Laut Azov

Trump mengatakan, "Pekan depan akan sangat buruk bagi mereka karena pekan depan giliran pembangkit listrik. Pekan depan giliran jembatan."

Ia menegaskan militer akan melumpuhkan fasilitas tersebut untuk memaksa Iran berunding.

"Kami akan melumpuhkan semua pembangkit listrik mereka. Kami akan melumpuhkan semua jembatan mereka kecuali mereka duduk di meja perundingan dan bernegosiasi," tambah Trump.

Pernyataan serupa pernah dilontarkan Trump pada Maret lalu. Saat itu ia mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan instalasi air.

Namun, penghancuran infrastruktur sipil melanggar hukum humaniter internasional.

Ancaman ini muncul setelah empat hari berturut-turut serangan udara AS dan pemberlakuan kembali blokade laut di pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

Selat itu merupakan jalur pelayaran kritis bagi minyak dan gas dunia.

>>> Mitos Portal Glowstone ke Aether di Minecraft, Ini Faktanya

Komando Pusat AS menyatakan operasi terbaru bertujuan menurunkan kemampuan Iran yang digunakan untuk menyerang kapal dagang.

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan ledakan di dekat Bandar Abbas dan Pulau Qeshm.

Menanggapi serangan tersebut, pasukan Iran dilaporkan meluncurkan serangan drone ke pangkalan militer yang menjadi markas pesawat tempur AS di Yordania.

Trump juga membatalkan usulan untuk mengenakan biaya keamanan 20 persen kepada kapal-kapal yang melintasi selat tersebut. Sebagai gantinya, ia memilih kesepakatan dagang dengan negara-negara Teluk Arab.

Pembalikan kebijakan ini terjadi setelah tiga hari pertempuran sengit yang mengancam memicu perang regional lebih luas. Gencatan senjata 17 Juni pun praktis runtuh.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan keputusan untuk memberlakukan kembali blokade telah membubarkan memorandum Islamabad.

Blokade laut AS masih aktif, dan kedua pihak terus bersiap menghadapi konfrontasi di jalur air strategis tersebut.

>>> Bank Muamalat Catat Kenaikan Transaksi Sertifikasi Halal

Ketika ditanya berapa lama serangan AS akan berlangsung, Trump menjawab, "Akan terus berlanjut sampai saya bilang cukup."