Rising Storm 2: Vietnam Dapat Update Mendadak dan Diskon 90% di Steam

Tripwire Interactive secara mengejutkan kembali ke game tembak-taktis Rising Storm 2: Vietnam yang dirilis pada 2017. Mereka merilis pembaruan kualitas hidup dan diskon 90% di Steam.
Patch 1.7.0 berfokus pada perbaikan sistem komunikasi suara dalam game. Beberapa masalah yang membuat frustrasi komunitas pemain telah diatasi.
>>> Samsung Dikabarkan Produksi Chip AI 2nm untuk Anthropic
Pembaruan gratis ini tersedia untuk versi PC Rising Storm 2: Vietnam di Steam dan Epic Games Store. Perbaikan VOIP mencakup konektivitas server dan kemampuan mematikan suara pemain lain.
Pemain tidak lagi mendengar anggota tim lawan setelah berganti sisi. Suara obrolan juga tidak akan terdengar setelah meninggalkan pertandingan dan kembali ke menu utama.
Menu audio dalam game kini memiliki opsi pemilihan mikrofon baru. Pemain dapat memilih perangkat input tanpa bergantung pada pengaturan Windows.
Selain perbaikan komunikasi, Tripwire memperbaiki eksploitasi yang memungkinkan pemain membuat amunisi tak terbatas. Eksploitasi duplikasi senjata yang bisa menyebabkan server crash juga telah diperbaiki.
Pemain kini tidak bisa lagi memasang jebakan selama hitung mundur sebelum ronde. Sebelumnya, aksi itu bisa membatalkan jebakan dan melewati batasan gerakan.
Pembaruan mengejutkan ini hadir lebih dari sembilan tahun setelah Rising Storm 2: Vietnam dirilis pada Mei 2017. Meskipun pengembangan konten besar telah berakhir, Tripwire masih merilis perbaikan sesekali.
Untuk menandai kedatangan Patch 1.7.0, game ini mendapat diskon 90% di Steam.
>>> Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Membuka Potensi Tersembunyi Otak Anda
Edisi Standar turun dari $24,99 menjadi $2,49, sedangkan Edisi Digital Deluxe dari $29,99 menjadi $2,99.
Paket kosmetik dan konten unduhan tambahan juga didiskon, meskipun besarannya bervariasi. Promosi ini berlangsung hingga 26 Juli, dengan diskon serupa direncanakan untuk penjualan musim panas lainnya.
Rising Storm 2: Vietnam mendukung pertempuran hingga 64 pemain. Faksi asimetrisnya menawarkan senjata, kendaraan, dan taktik yang sangat berbeda.
Pasukan AS dan Vietnam Selatan memiliki helikopter, pesawat, dan daya tembak konvensional yang lebih berat.
Sementara itu, Tentara Vietnam Utara dan Viet Cong lebih mengandalkan penyergapan, jebakan, terowongan, dan mobilitas cepat.
Game lengkap mencakup lebih dari 20 peta, 50 senjata, dan beberapa mode multipemain.
>>> Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen South Hills Jakarta Milik Benny Tjokro
Diskon saat ini menjadi titik masuk yang murah bagi yang tertarik dengan penembak militer yang lebih realistis.
Update Terbaru
Pengembang Assassin's Creed Black Flag Resynced Dipecat Usai Dapat Pujian
Selasa / 14-07-2026, 19:57 WIB
Hakim Gugurkan Dakwaan Cekik dalam Kasus Lindsay Clancy
Selasa / 14-07-2026, 19:56 WIB
Joe Amabile, Bintang 'Bachelor in Paradise', Didiagnosis Tumor Otak
Selasa / 14-07-2026, 19:56 WIB
Persija Jakarta Resmi Kontrak Bek Serbia Radovan Pankov Dua Musim
Selasa / 14-07-2026, 19:56 WIB
Bapanas: Bantuan Pangan Tahap II Siap Digelontorkan Agustus 2026
Selasa / 14-07-2026, 19:56 WIB
Kuda Nil Moo Deng 'Ramal' Final Piala Dunia 2026: Prancis vs Inggris
Selasa / 14-07-2026, 19:56 WIB
Iran Yakinkan Yordania Hanya Gempur Pangkalan AS: Kami Cinta Kalian
Selasa / 14-07-2026, 19:56 WIB
5 Alasan Prancis vs Spanyol Berpotensi Banjir Gol di Semifinal Piala Dunia 2026
Selasa / 14-07-2026, 19:54 WIB
Ketua KPK Klaim Koordinasi dengan Jaksa Agung soal Kasus Febrie
Selasa / 14-07-2026, 19:54 WIB
De La Fuente Puji Mbappe: Salah Satu Tokoh Besar Sepak Bola
Selasa / 14-07-2026, 19:54 WIB
Transjakarta Koridor 'Jalur Langit' Dialihkan Imbas Pembongkaran JPO
Selasa / 14-07-2026, 19:49 WIB
Iran Masih Bisa Kirim 80 Juta Barel Minyak Meski Berperang Lawan AS
Selasa / 14-07-2026, 19:49 WIB
Cek BLT 2026 Pakai NIK, Begini Cara Mengetahui Status Penerima Secara Online
Selasa / 14-07-2026, 19:49 WIB
Jang Wonyoung IVE Bicara soal Hidup di Bawah Sorotan Publik
Selasa / 14-07-2026, 19:44 WIB







