Earthjustice berpendapat bahwa wewenang presiden berdasarkan Undang-Undang Purbakala hanya mengizinkan pembuatan dan perlindungan monumen, bukan pembongkaran atau pengurangan struktural.

McIntosh menambahkan bahwa proklamasi hari ini merupakan tamparan bagi pengunjung tanah publik di seluruh negeri, serta komunitas lokal dan suku yang telah bekerja keras melindungi tempat-tempat istimewa ini.

Koalisi suku menyatakan keprihatinan mendalam atas kerentanan situs pemakaman leluhur, tempat tinggal di tebing, dan tempat upacara yang berada di luar batas monumen yang baru.

Davina Smith-Idjesa, ketua bersama Bears Ears Inter-Tribal Coalition, mengatakan bahwa dari perspektif Navajo, Bears Ears bukan sekadar tanah publik federal.

Para pemimpin suku menyatakan bahwa pemerintahan gagal memenuhi kewajiban hukum untuk berkonsultasi dengan negara-negara suku yang berdaulat sebelum menyelesaikan perintah eksekutif.

>>> Joe Amabile, Bintang 'Bachelor in Paradise', Didiagnosis Tumor Otak

Smith-Idjesa menegaskan bahwa ini adalah situs budaya hidup yang menyimpan sejarah, upacara, makanan dan obat tradisional, serta jejak leluhur mereka.