Kabar mengenai dugaan rencana merger antara PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) ramai diperbincangkan di pasar.

Isu ini memicu perhatian investor yang menantikan kepastian terkait aksi korporasi tersebut.

>>> Iran Sindir Tarif Trump di Selat Hormuz: 20 Persen Terlalu Tinggi

Menanggapi kabar yang beredar, kedua perusahaan menyampaikan klarifikasi melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Klarifikasi Bank Jago

Bank Jago menegaskan tidak memiliki informasi yang dapat disampaikan kepada publik mengenai adanya rencana merger dengan BFI Finance.

Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya pendekatan dari investor maupun institusi keuangan sebagaimana disebutkan dalam sejumlah pemberitaan.

Penjelasan itu disampaikan sebagai tanggapan atas permintaan klarifikasi dari BEI melalui surat bernomor S-08220/BEI. PP3/07-2026 yang diterbitkan pada 10 Juli 2026.

Dalam surat jawaban tertanggal 13 Juli 2026, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bank Jago, Tjit Siat Fun, menyatakan tidak mengetahui adanya rencana penggabungan usaha dengan BFI Finance maupun kabar mengenai pendekatan dari investor asing atau lembaga keuangan tertentu.

"Perseroan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai adanya rencana merger antara Bank Jago dengan BFI Finance Indonesia, maupun mengenai pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu sebagaimana diberitakan," kata Tjit Siat Fun dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (14/7/2026).

Dia menjelaskan, setiap keputusan strategis yang berkaitan dengan kepemilikan saham merupakan kewenangan masing-masing pemegang saham.

Bank Jago tidak berada pada posisi untuk memberikan komentar lebih lanjut mengenai isu yang berkaitan dengan pemegang saham.

>>> Pasar Mobil Indonesia Tumbuh 15,9% di Semester I 2026, BYD dan Jaecoo Mulai Colek Dominasi Jepang