Bagi Anda yang akhir-akhir ini melihat banyak orang mengenakan baju kodok (overalls) berwarna kuning dan kacamata goggles di pusat perbelanjaan, bersiaplah! Fenomena tersebut adalah bukti bahwa film animasi Minions & Monsters sukses besar mencuri perhatian penonton sejak resmi tayang di bioskop Tanah Air pada 30 Juni 2026 lalu.
 
Sebagai film ketiga dalam seri prekuel Minions sekaligus installment ketujuh dalam semesta Despicable Me, film produksi Illumination dan Universal Pictures ini membawa penonton mundur ke era keemasan Hollywood tahun 1920-an. Tidak hanya berburu majikan jahat, para makhluk kuning mungil ini kali ini justru terseret ke dalam industri perfilman yang penuh gemerlap dan kekacauan.
 
Lantas, seperti apa keseruan dan alur cerita dari film komedi petualangan yang sedang hype ini? Simak ulasan lengkap dan sinopsis Minions & Monsters berikut ini!
 

Kembali ke Era Hollywood 1920-an

Berbeda dengan petualangan sebelumnya yang membawa kita ke era 1960-an atau 1970-an, Minions & Monsters mengambil latar waktu di tahun 1920-an. Era ini merupakan masa transisi sinema dunia, di mana film bisu mulai ditinggalkan dan monster-monster klasik mulai menjadi ikon budaya pop.
 
Film ini disutradai oleh tangan dingin Pierre Coffin yang kembali berkolaborasi dengan Patrick Delage. Naskah ceritanya ditulis oleh Brian Lynch, sementara musik pengiring yang epik dan jenaka digarap oleh komposer legendaris John Powell. Kolaborasi ini menjamin penonton akan dimanjakan dengan visual yang memukau serta scoring musik yang nostalgik.
 

Sinopsis Minions & Monsters: Dari Bintang Film hingga Teror Monster Nyata

Dilansir dari laman resmi Illumination, cerita kali ini berfokus pada dua tokoh Minion baru yang berasal dari suku berbeda, yakni James dan Henry. Sama seperti leluhur mereka, obsesi terbesar kedua Minion ini adalah mencari majikan yang sangat jahat untuk bisa mereka layani dengan sepenuh hati.
 
Petualangan membawa mereka terdampar di tahun 1920-an, tepatnya di sebuah lokasi syuting film di Hollywood. Berkat penampilan singkat yang tidak sengaja terekam oleh kamera, kepolosan dan kekacauan yang mereka buat justru dianggap sebagai gimmick komedi yang brilian. Tanpa mereka sadari, para Minion ini mendadak menjadi bintang film sejati!
 
Mimpi Buruk Ketenaran Memasuki gaya hidup Hollywood, para Minion mulai hidup bergelimang harta. Mereka menggelar pesta-pesta mewah, tinggal di mansion besar, dan bahkan menjadi trendsetter yang menginspirasi banyak penggemar untuk meniru gaya pakaian terusan kuning dan kacamata besar mereka.
 
Namun, seperti kata pepatah, what goes up must come down. Ketenaran mereka kandas ketika para produser menyadari satu masalah fatal: para Minion tidak bisa diajak bekerja sama karena mereka tidak bisa membaca naskah dan hanya bisa berbicara dalam bahasa Minionese yang tidak dimengerti siapa pun.
 
Terlantar, di-blacklist, dan tanpa tujuan, kelompok Minion ini akhirnya berkeliaran di jalanan Hollywood yang gelap, kembali ke misi awal mereka: mencari majikan jahat baru.