Kapal ini bertugas mengawal kapal induk, berfungsi sebagai platform pertahanan udara, serta mampu melancarkan serangan jarak jauh, termasuk dalam konflik terbaru dengan Iran.

Destroyer Squadron 15, yang bermarkas di Jepang di bawah komando Armada Ketujuh Angkatan Laut AS (US 7th Fleet), mengoperasikan 10 kapal perusak kelas Arleigh Burke.

Skuadron ini merupakan unit terbesar dari jenisnya, dan kapal-kapalnya secara rutin berhadapan dengan angkatan laut China dalam berbagai operasi di kawasan Pasifik.

Pembangunan replika tersebut dipandang sebagai bentuk sinyal lain bahwa Beijing menganggap kemungkinan terjadinya konflik dalam waktu dekat sebagai ancaman yang nyata, terlepas dari kondisi hubungan diplomatiknya dengan Washington.

>>> Deret Kemenangan Spanyol: Mengerikan, Prancis Patut Waspada

Apabila China berhasil mengintegrasikan sistem pemandu rudal yang lebih canggih hasil pengujian tersebut ke dalam kekuatan militernya, kapal-kapal AS yang beroperasi di kawasan Indo-Pasifik berpotensi menghadapi tingkat ancaman yang lebih besar.