Montefiore Hospital di Bronx, New York, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 12 perawat pada Minggu lalu. Mereka digantikan oleh perangkat lunak kecerdasan buatan (AI).

Langkah ini memicu kemarahan dari New York State Nurses Association (NYSNA). Marilyn Shuler, seorang perawat utilization review dengan pengalaman 39 tahun, mengungkapkan kekecewaannya.

>>> 4 Politikus Dunia Berusia Seabad yang Masih Hidup

"Saya selalu sangat bangga dengan organisasi tempat saya bekerja selama ini, dan diperlakukan seperti ini," ujar Shuler.

Kekhawatiran akan AI dalam Perawatan Kesehatan

National Nurses United (NNU), induk serikat NYSNA, menyoroti potensi bahaya AI di bidang kesehatan.

Kasus Shuler menjadi salah satu PHK pertama yang terkait dengan AI, meningkatkan alarm di kalangan perawat.

Jamie Brown, presiden NNU, menyatakan bahwa perawat Montefiore telah berada di garis depan melawan upaya rumah sakit memaksakan AI yang tidak diatur dan belum teruji ke dalam lingkungan perawatan pasien.

>>> Bulog Gandeng Perpadi Olah 2 Juta Ton Beras Cadangan Jadi Premium

Ia menekankan perjuangan melawan langkah pemotongan biaya yang mengorbankan perawatan pasien.

PHK ini terjadi setelah pemogokan perawat besar-besaran di rumah sakit New York City pada Januari 2026.

Pemogokan itu menghasilkan kontrak serikat baru yang dirancang untuk melindungi perawat dari kehilangan pekerjaan akibat AI.

>>> Komisi III DPR Nilai Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung Jalan Terbaik

Shaiju Kalathil, sesama perawat dan anggota komite eksekutif serikat, mengkritik PHK sebagai pelanggaran kontrak. "Kami marah atas PHK ini karena perawat yang berdedikasi digantikan oleh AI," kata Kalathil.