Minat Belajar Bahasa Indonesia di Australia Menurun, Ini Penyebabnya
Alistair Welsh, dosen bahasa Indonesia di Deakin University, menilai keputusan mengakhiri program bahasa Indonesia bersifat ideologis. Ia mencontohkan ada sekolah yang mengganti bahasa Indonesia dengan bahasa Prancis.
Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia UGM Wira Kurniawati menambahkan faktor seperti bom Bali, pandemi COVID-19, dinamika politik Australia, sistem migrasi, dan terbatasnya sumber daya manusia turut memengaruhi.
Peningkatan kemahiran bahasa Inggris masyarakat Indonesia juga mengurangi urgensi warga Australia belajar bahasa Indonesia.
Meski demikian, Wira mencatat ada alasan bagi mahasiswa asing tertarik belajar bahasa Indonesia, seperti ekonomi, pendidikan, adat istiadat, dan pariwisata.
Pengakuan bahasa Indonesia di sidang PBB pada 2023 juga meningkatkan daya tarik global.
Upaya dan Tantangan
Pada 2024, Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra menggelar pertemuan kolaborasi dengan Kemendikbudristek dan BBBI se-Australia.
Kepala Badan Bahasa Aminudin Aziz mengatakan bahasa Indonesia dituturkan 3,3 persen penduduk dunia dan diajarkan di 54 negara.
Namun, Ketua BBI Perth Danielle Horne menekankan perlunya membangkitkan rasa senang anak-anak terhadap bahasa Indonesia. Di sekolah dasar, bahasa Indonesia masih wajib, tetapi di sekolah menengah menjadi pilihan.
Silvy Wantania menyarankan konten menarik dalam media yang digemari siswa dan kolaborasi dengan mata pelajaran lain seperti biologi dan geografi untuk meningkatkan minat.
Profesor Michael Ewing dari Universitas Melbourne memperingatkan Australia akan tertinggal jika semakin banyak yang meninggalkan program bahasa Indonesia.
Meski banyak warga Australia bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris, hanya sekitar 5 persen orang Indonesia yang fasih berbahasa Inggris.
Ewing menyarankan investasi pemerintah yang lebih besar, seperti era Perdana Menteri Paul Keating yang mendorong pengajaran bahasa tetangga.
>>> Pistons Kalahkan Cavaliers di NBA Summer League 2026
Jumlah pembelajar bahasa Indonesia di Victoria naik dua kali lipat dari 493 pada 1995 menjadi 1.044 pada 2001.
Update Terbaru
GM Nilai Pemasok Berdasarkan Tingkat Otomatisasi, Robot Gantikan Pekerja
Senin / 13-07-2026, 21:38 WIB
Kapolri Listyo Temui Jaksa Agung Burhanuddin di Kejagung
Senin / 13-07-2026, 21:38 WIB
Mensos Umumkan 28.478 Siswa Baru Masuk Sekolah Rakyat 2026/2027
Senin / 13-07-2026, 21:38 WIB
Harga Solar Khusus Nelayan Kapal Besar Ditetapkan Rp15 Ribu per Liter
Senin / 13-07-2026, 21:36 WIB
Polisi Periksa 32 Saksi Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Senin / 13-07-2026, 21:36 WIB
Final Fantasy Resonance Masuk Daftar Game Paling Ditunggu Famitsu, Zelda Ocarina of Time Remake Naik ke 10 Besar
Senin / 13-07-2026, 21:35 WIB
Galaxy Z Flip 8 Dikabarkan Bisa Gunakan Layar Depan Seperti Smartphone Biasa
Senin / 13-07-2026, 21:35 WIB
Kebiasaan Tidur Ini Tingkatkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke hingga 56%
Senin / 13-07-2026, 21:35 WIB
Anggrek Hanya Tumbuh Daun dan Akar? Begini Cara Memaksanya Berbunga Lagi
Senin / 13-07-2026, 21:35 WIB
Moana Live-Action Kuasai Box Office meski di Bawah Target
Senin / 13-07-2026, 21:35 WIB
Jadwal Webtoon dan Manhwa di San Diego Comic-Con 2026
Senin / 13-07-2026, 21:33 WIB
Costco Catat Penjualan Juni US$29,24 Miliar dan Bagikan Dividen
Senin / 13-07-2026, 21:33 WIB
Inggris Rencanakan Ubah Hukum untuk Deportasi Pemimpin Geng Rochdale
Senin / 13-07-2026, 21:33 WIB
SCHD Ungguli VYM dalam Yield Dividen dan Imbal Hasil 10 Tahun
Senin / 13-07-2026, 21:31 WIB







