Heboh TikToker Clarissa Yoe Diduga Giring Opini Negatif Anak Kecil di PRJ: Demi Viewers, Etika Konten Kreator Dipertanyakan
Ukuran Teks
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi, permintaan maaf, atau tanggapan apapun dari Clarissa Yoe terkait viralnya kasus ini. Akun media sosialnya pun tampak masih aktif, namun kolom komentar di berbagai unggahannya telah dibanjiri oleh teguran keras dari warganet.
Pentingnya Etika Konten Kreator dan Perlindungan Anak di Era Digital
Kasus yang menimpa Clarissa Yoe ini menjadi tamparan keras bagi dunia konten kreator di Indonesia. Fenomena "demi viewers dan fyp" seolah menghalalkan segala cara, termasuk mengorbankan pihak-pihak yang lebih rentan seperti anak kecil.
Pihak keluarga atau perwakilan dari anak kecil yang bersangkutan dikabarkan merasa tidak terima dan dirugikan akibat penggiringan opini yang masif ini. Mereka menilai, anak tersebut telah mengalami trauma psikologis akibat hujatan yang tidak seharusnya ia terima.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa menjadi konten kreator bukan sekadar tentang mengejar angka views, likes, dan followers. Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab moral dan etika untuk melindungi subjek yang terlibat dalam konten, terutama anak di bawah umur. Warganet kini terus menanti itikad baik dari Clarissa Yoe untuk segera tampil ke publik, mengakui kesalahannya, dan meminta maaf secara terbuka kepada anak kecil yang telah dirugikan. (*)







