Dunia media sosial, khususnya TikTok, kembali digegerkan dengan sebuah kontroversi yang menyoroti gelapnya etika pembuatan konten di era digital. Kali ini, sorotan tajam warganet tertuju pada seorang konten kreator bernama Clarissa Yoe. Ia diduga keras melakukan penggiringan opini negatif terhadap seorang anak kecil demi mendongkrak jumlah penonton dan interaksi di media sosialnya.
 
Kasus ini bermula dari sebuah video yang diunggah saat Clarissa menghadiri event Pekan Raya Jakarta (PRJ). Alih-alih mendapatkan pujian, video tersebut justru memancing amarah publik karena dinilai menzalimi anak kecil yang tidak mengerti apa-apa. Lantas, seperti apa kronologi sebenarnya dan bagaimana profil sosok Clarissa Yoe yang kini tengah menjadi bulan-bulangan warganet?
 
Kronologi Video POV Outfit Check yang Berujung Kontroversi
 
Sebelum viral dan dipenuhi hujatan, Clarissa atau yang akrab disapa Arar ini mengunggah sebuah video dengan konsep Point of View (POV) outfit check. Dalam video yang direkam di tengah keramaian PRJ tersebut, Arar tampak sedang asyik menunjukkan penampilannya kepada kamera.
 
Namun, di tengah pengambilan video, seorang anak kecil tiba-tiba masuk ke dalam frame dan mengambil ponsel yang sedang digunakan oleh Arar untuk merekam. Secara visual, video tersebut diedit dan diberi caption yang memancing emosi, seolah-olah anak kecil tersebut bertindak tidak sopan atau bahkan seperti ingin mencuri ponsel milik sang kreator. Tak ayal, kolom komentar langsung dibanjiri oleh warganet yang turut geram dan memberikan komentar negatif terhadap sang anak.
 
Bocoran Akun Viral: Sang Anak Ternyata Sudah Di-briefing
 
Di tengah gempuran komentar negatif dari warganet, sebuah fakta mengejutkan terungkap. Sebuah akun media sosial dengan nama pengguna @audishav membongkar dalang di balik aksi anak kecil tersebut. Menurut akun ini, tindakan anak kecil yang mengambil ponsel Arar bukanlah sebuah kebetulan atau kenakalan, melainkan hasil dari sebuah briefing atau arahan langsung dari sang TikToker.

Update Terbaru