"Demi viewers banyak, mba-nya naikin video seolah-olah sih adek mau ambil HP kamu, mba. Padahal sebelumnya sih adek udah di-briefing sama mba-nya buat melakukan hal itu. Tapi mba-nya malah naikin video dengan caption yang menggiring viewers untuk komen negatif/nuduh sih adek tersebut," tulis akun @audishav dalam unggahan yang langsung memicu reaksi keras warganet.
 
Unggapan ini seketika menyulut emosi publik. Warganet menilai apa yang dilakukan oleh Arar adalah bentuk cyberbullying terselubung dan eksploitasi anak kecil demi keuntungan pribadi. Anak yang seharusnya dilindungi, justru dijadikan alat tontonan dan dibully oleh ribuan orang asing di internet.
 
Reaksi Keras Netizen: Menuntut Keadilan untuk Sang Anak
 
Isu penggiringan opini ini langsung menjadi blasting di berbagai platform. Banyak warganet yang menyayangkan tindakan konten kreator yang tidak memiliki empati. Mereka berargumen bahwa seorang anak kecil belum memiliki pemahaman utuh tentang konsekuensi dari tindakan yang diperintahkan oleh orang dewasa.
 
"Bayangkan mental anak itu, tiba-tiba dimaki-maki oleh ribuan orang di internet karena ulah orang dewasa yang manipulatif. Ini bukan lagi soal konten, tapi soal etika dan moral," ujar salah satu warganet yang merasa geram. Banyak pula yang mendesak agar pihak berwajib atau platform TikTok turun tangan untuk memberikan sanksi tegas demi memberikan efek jera.
 
Mengenal Clarissa Yoe, TikToker Lifestyle yang Kini Disorot Miring
 
Di tengah badai kontroversi, publik mulai penasaran dengan sosok Clarissa Yoe. Berdasarkan penelusuran, Arar aktif di TikTok dengan nama pengguna @clarissayoe. Hingga berita ini ditulis, ia tercatat memiliki sekitar 7,3 ribu pengikut.
 
Dalam akunnya, Arar kerap membagikan konten-konten yang berbau lifestyle, seperti review skincare, keseharian sebagai konten kreator, hingga video aesthetic saat bepergian ke luar negeri. Citra glamorous dan rapi yang selama ini ia bangun, kini justru berbanding terbalik dengan tuduhan manipulatif yang menimpanya.