Sutradara Christopher Nolan memperingatkan studio Hollywood bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam film dapat membuat penonton muda menjauh dan merugikan pendapatan box office.

Peringatan itu disampaikan Nolan dalam wawancara dengan The Telegraph.

>>> Banjir Bandang Ancam Louisiana Akibat Cuaca Dingin dan Kelembapan Teluk

Ia menekankan bahwa generasi muda lebih menyukai cerita orisinal yang dibuat dengan sentuhan manusia dan efek praktis, bukan lingkungan virtual yang berat.

Nolan merujuk pada kesuksesan independen sineas Curry Barker dan Kane Parsons sebagai bukti tren positif di industri film.

"Hal-hal sedang berada di jalur yang benar," kata Nolan.

Ia menambahkan bahwa respons penonton terhadap karya independen tersebut menunjukkan keinginan kuat akan pengalaman sinematik yang lebih dalam di kalangan anak muda.

"Anak muda tidak pernah puas," ujarnya. Nolan menyebut karya-karya itu memiliki kualitas unik yang berhasil menarik audiens modern yang mendambakan orisinalitas.

Nolan mengaku terkejut dengan kecepatan generasi muda menolak alat AI di hiburan arus utama.

"Saya belum pernah melihat penolakan massal yang lebih cepat terhadap lompatan teknologi yang dianggap fundamental seumur hidup saya.

>>> Penderitaan Dr. Hussam Abu Safiya: Bukan Kasus Terisolasi

Begitu banyak energi dikeluarkan untuk menghadirkan AI, tetapi jika melihat reaksi generasi itu, mereka benar-benar menolaknya," kata Nolan.

Sang sutradara mengamati bahwa anak-anaknya sendiri langsung mengenali dan melabeli konten buatan AI berkualitas rendah di internet tanpa ragu.

"Penilaian mereka terhadap 'AI slop' langsung dan keras.

Mereka melihatnya apa adanya dengan cepat—dan lebih mudah bagi mereka mengidentifikasinya, karena itu tumbuh dari dunia daring yang mereka kenal betul," jelas Nolan.

Meskipun mengakui bahwa teknologi AI mungkin berguna di bidang lain, Nolan menegaskan bahwa penerapannya di perfilman mengancam kreativitas artistik dan kelayakan komersial.

"Meski itu tidak berarti setiap aspek AI tidak berguna atau tidak berarti, dalam pembuatan film hal ini terjadi pada waktu yang salah.

Setelah bertahun-tahun mendorong lingkungan virtual yang berat, kita melihat minat baru pada bentuk cerita yang lebih taktil dan lebih nyata," kata Nolan.

>>> BEI Tambah Fitur Transparansi di IDX Mobile, Investor Bisa Pantau Kepemilikan Saham

Pergeseran preferensi konsumen menunjukkan bahwa penonton secara aktif menghindari konten buatan AI, memaksa studio tradisional untuk memprioritaskan konsep orisinal demi menjaga stabilitas box office.